OPINI

Prioritaskan Asuransi Pertanian, Ahmad Ali-AKA Siapkan Program Pemerintah Sulteng Pro Pertanian (Jilid 148)

26
×

Prioritaskan Asuransi Pertanian, Ahmad Ali-AKA Siapkan Program Pemerintah Sulteng Pro Pertanian (Jilid 148)

Sebarkan artikel ini

Keinginan kuat para tokoh masyarakat Sulawesi Tengah mendorong sekaligus menyakinkan se masyarakat untuk memenangkan Ahmad Ali dan Abdul Karim Al Jufri pada kontestasi Pilgub Sulteng mendatang, bukanlah tanpa alasan yang realistis.

Berbekal rekam jejak yang dimiliki oleh pasangan ini plus signifikansi program yang digulirkan khususnya di bidang pertanian, membawa secercah harapan bagi masyarakat Sulawesi Tengah dapat meningkatkan perekonomiannya sekaligus mengantisipasi seandainya terjadinya gagal panen.

Bahwa salah satu program yang diusung oleh pasangan ini adalah asuransi pertanian dan menjadi pembeda serta sangat cocok bagi masyarakat wilayah pertanian di Sulawesi Tengah.

Program dari Ahmad Ali di sektor pertanian, beliau akan mengasuransikan lahan pertanian. Jadi ketika petani gagal panen, maka bisa digantikan dengan asuransi.

Lebih jauh kita amati, kejeniusan Ahmad Ali beserta pasangannya mengusung program asuransi pertanian ini, patut kita apresiasi dan didukung penuh.

Sebab asuransi di bidang pertanian ini bertujuan untuk mencegah kerugian di sisi petani apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses bercocok tanam.

Pertanian dinilai menjadi salah satu jenis usaha yang penuh dengan risiko. Bahwa usaha pertanian dapat merugi sewaktu-waktu? Misalnya akibat bencana kekeringan, hama, tanah longsor dan hujan berkepanjangan tentu akan mengganggu produktivitas petani.

Kita ketahui bersama , Indonesia adalah negara agraris di mana sekitar 28,79% penduduk Indonesia bekerja pada sektor pertanian sebagai pekerjaan utama dan Sulawesi Tengah adalah merupakan bahagian dari wilayah agraris itu.

Sulawesi Tengah adalah daerah yang kaya akan sumber daya alamnya karena merupakan tropis tropis, namun karena beriklim tropis, ini juga yang dapat menimbulkan gagal panen pada sektor pertanian.

Kebanjiran pada musim hujan, kekeringan pada musim kemarau, selain disebabkan pergantian musim, potensi gagal panen juga dapat disebabkan oleh serangan hama, orgasme pengganggu tumbuhan, dan penyakit. Ketika usahanya gagal, bukan hanya para petani yang merugi, masyarakat juga bisa terkena imbasnya.

Banyaknya lahan pertanian gagal panen memicu kenaikan harga hingga kelangkaan barang. Itulah mengapa, Cagub Ahmad Ali dan Wacagub Abdul Karim Aljufri merasa perlu dan sangat memprioritaskan untuk turun tangan mengurangi risiko gagal panen ini.

Lebih jauh kita tilik adalah pertanian menjadi sektor yang layak mendapat perhatian lebih, hal inilah kemudian yang menjadi dasar diterbitkannya Asuransi Pertanian bagi petani untuk melindungi usaha mereka.

Keikutsertaan dalam program Asuransi Pertanian memberikan alternatif skema pendanaan yang akan melindungi pesertanya agar dapat kembali membiayai usaha pertanian di musim berikutnya apabila terjadi kegagalan hasil produksi panen.

Sehingga dorongan dari Ahmad Ali, sangat urgen dan pasti masyarakat di daerah Sulteng secara menyeluruh yang mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utamanya, sudah tahu betapa pentingnya Asuransi Pertanian bagi petani.

Namun, patut diketahui masyarakat bahwa pengertian dari asuransi Asuransi Pertanian merupakan suatu bentuk perlindungan kepada para petani, melalui perjanjian antara petani dan pihak perusahaan asuransi untuk mengikatkan diri dalam pertanggungan risiko usaha tani khususnya tani padi.

Para petani khususnya usaha tani padi dapat mengalihkan beban risiko yang ditanggungnya kepada pihak ketiga dengan cara mengasuransikan usahanya yang disebut sebagai Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sehingga petani dapat memusatkan perhatian pada pengelolaan usaha tani yang lebih baik, lebih aman dan lebih menguntungkan.

Kondisi kerugian yang dialami petani terkadang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi.

Biasanya petani akan langsung pergi ke tengkulak untuk meminjam modal membangun kembali usaha mereka yang gagal, dan ketika musim panen tiba akhirnya hasil panen tersebut akan dijual sangat murah ke tengkulak sebagai bayarannya.

Tentunya kita semua hendak memutus rantai ini agar petani kita dapat hidup dengan sejahtera.

Maka niatan Ahmad Ali dan pasangannya untuk menguatkan rogram AUTP ini agar mensinkronisasikan dilaksanakan saat kendali Pemerintahan Sulteng di tangan mereka berdua adalah berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Di dalam Pasal 37, terdapat amanah kepada pemerintah dan pemerintah daerah untuk melindungi usaha petani dalam bentuk asuransi pertanian.

Maka ketika alon gubernur (Cagub) Sulawesi Tengah (Sulteng) nomor urut 1 Ahmad HM Ali melakukan kampanye dialogis di Desa Sidole Barat, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) pada Senin (28-10-2024), perihal program pertanian kembali didengungkan.

Pada kesempatan itu, Ahmad Ali menyampaikan berbagai program dan visi misi yang akan dikerjakan bersama Abdul Karim Aljufri saat terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur melalui pemilihan serentak 27 November mendatang.

Salah satu program yang jadi andalan dan diterima dengan baik masyarakat adalah program pertanian. Pasangan calon dengan tagline BERAMAL (Bersama Ahmad Ali-Abdul Karim Al Jufri) itu ingin memastikan tidak ada lagi petani yang merugi. Ketersediaan benih unggul, pupuk, hingga potensi risiko gagal panen akan dijamin oleh pemerintah.

“Saya berharap ke depan petani menjadi profesi yang menjanjikan kesejahteraan,” ucap Ahmad Ali.

Dia mengatakan, ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah bisa lebih sejahtera jika sektor pertanian tumbuh dengan baik. Untuk menumbuhkan sektor pertanian, pemerintah harus memberikan dukungan. Sebab, saat ini banyak petani yang tidak memanfaatkan lahannya karena dihantui ketakutan gagal panen.

“Saya juga pastikan tidak ada kelangkaan pupuk. Kita tidak akan membiarkan tengkulak ambil alih pupuk, pemerintah daerah yang akan ambil dan distribusikan ke petani,” ujarnya.

Setiap lahan pertanian akan diasuransikan oleh pemerintah daerah. Jika terjadi gagal panen setiap 1 hektare lahan, petani akan mendapatkan jaminan asuransi senilai Rp6 juta.

“Hasil pertanian dibutuhkan oleh seluruh umat manusia. Petani selalu dirindukan tapi tidak diperhatikan. Petani selalu dibutuhkan tapi tidak diurus, tidak diperhaikan. Kami ingin memastikan ke depan petani harus sejahtera. Kami ingin petani Sulawesi Tengah memberi makan orang-orang di Ibu Kota Nusantara,” tutur suami Nilam Sari Lawira.

Program itu pun disambut baik oleh masyarakat. Ahmad Ali disebut jadi solusi persoalan petani selama ini.

“Programnya bagus, membantu masyarakat. Apalagi kami yang petani ini,” ucap salah seorang warga, Nazum (42 tahun).

Bagi Nazum yang seorang petani, selama ini mereka tidak merasakan program dari pemerintah yang pro terhadap pertanian. Oleh karena itu, dia berharap pasangan Ahmad Ali-Abdul Karim bisa terpilih sebagai Gubernur dan wakil Gubernur agar dapat merealisasikan programnya.

Oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS / Angkatan 18 Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta)

BERSAMBUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *