TOPIKTERKINI.Com LOMBOK TIMUR-– Pecinta Alam Lombok Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan dialog publik yang mengangkat isu lingkungan hidup.
Dalam Dialog Publik Jilid II yang berlangsung pada 15 November 2024, mereka berhasil mendatangkan H. Daeng Paelori, calon wakil bupati Lombok Timur dengan nomor urut 3, yang dikenal berpasangan dengan Tanda.
Sebelumnya, Pecinta Alam Lombok Timur juga telah menyelenggarakan acara serupa dengan menghadirkan calon bupati nomor urut 5, SJP. Acara yang masih konsisten diadakan di Base Camp Gawah Adventure, Kelurahan Sekarteja ini mengusung tema “Hak Atas Lingkungan Yang Sehat dan Berkelanjutan.”
Dalam pengantar diskusinya, H. Daeng Paelori mengungkapkan pengalamannya selama 20 tahun di DPR Lombok Timur, khususnya di komisi yang membidangi lingkungan hidup.
Ia menyampaikan bahwa banyak jejak yang telah ia tinggalkan dalam memperjuangkan kelestarian alam, termasuk penolakan keras terhadap pembangunan kereta gantung dan tambang yang dianggap lebih banyak membawa dampak negatif daripada manfaatnya bagi masyarakat dan lingkungan.
“Kerusakan lingkungan di Lombok Timur sudah sangat parah, mulai dari tambak, tambang, hingga bangunan yang dibangun tanpa memperhatikan tata ruang yang benar,” ujar Paelori.
Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan komitmen kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan, dengan menyebutkan bahwa pengaturan penggunaan tanah dan ruang sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Salah satu isu yang menjadi sorotan Paelori adalah kelangkaan sumber air yang kini menjadi ancaman serius di beberapa daerah, terutama di desa-desa terpencil.
“Masyarakat di daerah ini sudah mulai merasakan dampak kerusakan lingkungan, bahkan mata air yang dulunya menjadi sumber kehidupan kini mulai rusak akibat aktivitas tambang,” jelasnya.
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut dan menekankan bahwa tugas pemimpin ke depan adalah menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk memastikan penggunaan lahan yang berkelanjutan.
Menurut Paelori, selain masalah lingkungan, perlu adanya perhatian khusus terhadap sektor pariwisata yang masih belum dimanfaatkan secara optimal.
“Pariwisata harus maju dengan konsep ramah lingkungan, bukan hanya berlomba-lomba dengan pembangunan tembok-tembok beton,” tuturnya.
Rosadi Johari, Koordinator Pecinta Alam Lombok Timur, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendatangkan kelima pasangan calon dalam rangka mengetahui visi dan gagasan mereka terkait isu lingkungan.
“Kami ingin memastikan bahwa para calon pemimpin ini memiliki ide-ide yang jelas dan konkret mengenai bagaimana menjaga lingkungan dan membangun Lombok Timur yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan berakhirnya diskusi ini, Paelori mengungkapkan rasa syukurnya atas ide-ide brilian yang dikemukakan oleh para peserta, yang menurutnya, mencerminkan potret Lombok Timur saat ini dan harapan untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.(TT).











