Topikterkini.com.Donggala – Tiga kecamatan terdampak yang serius kami tangani beberapa bulan ini. Kecamatan banawa dan kecamatan banawa tengah, untuk Kecamatan banawa sekarang posisinya di 26,1% untuk banawa tengah 18,7 %, jadi ada penurunan sedikit. tapi tidak signifikan. Tapi Tim penanganan Stunting terus berkerja kata Sekretaris Daerah kabupaten donggala Dr H Rustam Efendi pada hari kamis tanggal 21/11/2024.
dan mudah-mudahan di akhir tahun ini suda bisa turun angkanya,” karena tim sudah intervensi. dan ada beberapa OPD yang terintegrasi untuk di kecamatan tersebut,” dan Untuk kecamatan banawa Selatan ada di posisi 19,5, persen. insyaallah tahun ini suda bisa turun. karena tim sudah sama-sama berkerja bersinergi baik pemerintah desa. maupun tingkat kecamatan.
fokus kami untuk penanganan di tiga Kecamatan ini, yang memang artinya tiga kecamatan ini,” memang paling tinggi prevalensinya dibanding kacamata lain di kabupaten donggala,”
kalau untuk Kecamatan yang bebas stunting di tahun 2024 ini, targetnya kami di tahun 2024 ini, kami sebenarnya ada rencana, yaitu Kecamatan sirenja yang posisinya sekarang sudah 3,4 %. dan kalau tidak salah,” menyusul Kecamatan balaesang kalau tidak salah 8,7 %, katanya,”
untuk desa locus yang bebas stunting sebenarnya. itu untuk di posisi sekarang belum kita tentukan,” Kita lihat nanti di akhir bulan Desember,” apakah memang untuk di tahun 2025 itu sudah tidak masuk locus. tetapi kalau saya lihat SK lokus itu, memang desa sirenja sudah tidak masuk,” jadi desa sirenja sudah 3 tahun berturut-turut Suda tidak masuk dalam lokus stunting,”
ada berapa kecamatan kalau kami lihat. ada beberapa. yang Pertama kecamatan sirenja, kecamatan pinembani, kecamatan sojol Utara. dan Kecamatan Tanantovea,” karena itu di desa Bale yang berada di kecamatan Tanantove memang kemarin sudah lokus. mudah-mudahan di tahun 2025 ini sudah tidak masuk lagi.
karena memang pemerintah desanya sudah ada beberapa inovasi-inovasi yang memang dari pemerintah desa itu. untuk penanganan stunting di desa Bale kecamatan Tanantove,” jadi harapan kami bersama mudah-mudahan. walaupun kami tidak mencapai target dengan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. tetapi paling tidak berdasarkan EPPGM. kita saja di bulan September kemarin itu. kita sudah diangka 17,2%, mudah-mudahan kita di akhir tahun 2024 ini bisa paling tidak 15% persen,”
walaupun kami tidak bisa mencapai angka 14 persen. tetapi paling tidak mendekati dengan angka itu,” tapi kalau saya lihat prevalensi stunting berdasarkan EPPGM pengukuran setiap bulan. secara memang artinya itu real dari lapangan,” insyaallah kami akan turun walaupun tidak mencapai 14 persen dari pusat targetkan . Pungkasnya.
(Alir).











