Topikterkini.com.Donggala – Delapan bulan menjabat di Polres Donggala semua target spesialis itu Alhamdulillah bertahap terpenuhi. Tipikor untuk tahun ini ada dua yang tidak dalam prosesi sidik dan mungkin Januari di tahun 2025, kita sudah ada tersangka yang akan muncul terkait dengan penyalahgunaan anggaran, ujar Kasat Reskrim polres donggala, Iptu. Andi Firmansyah di hari jadi Reserse ke 77 tahun Pada Minggu, (8/12/2024).
Kemudian untuk tipikor kita juga sementara menangani kasus pupuk, judi online, kemudian Pidum judi konvensional, dan semuanya ini merupakan sebuah komitmen kita untuk melaksanakan program bapak presiden RI, bahwa kita serius dalam memerangi hal-hal yang sifatnya konvensional maupun dispesialis.
jadi ini terus kita kembangkan tidak stuck sampai di situ, kita terus kembangkan, di bidang kehutanan pun juga khususnya untuk ilegal loging di wilayah pantai barat, kita sudah sementara sendiri selidik kata Andi Firmansyah. insya Allah saya minta doanya teman-teman wartawan Donggala dalam jangka waktu dekat ini kita akan temukan, artinya bahwa kita tidak main-main dalam hal ini,” siapapun dia, jika melakukan pelanggaran tetap kita tindak.
Untuk TPA kasus kemarin yang sempat viral terkait anak di bawah umur yang diduga dicabuli di sekolah, telah selesai juga, karena kita libatkan semua pihak yang terkait di dalam sistem peradilan anak termasuk ke PPAI kemudian dari komisi perlindungan, dan dari dinas semuanya kita undang, itu juga sudah selesai dan alhamdulillah semua pihak merasa bahwa apa yang sudah kita lakukan sudah sesuai dengan hukum dan prosedural.
kemudian yang kemarin juga kita amankan masuk dalam ruang lingkup PPA kita tindak tegas juga. oleh karena itu pada kesempatan ini dan kebetulan hari ini juga adalah hari ulang tahun korps reserse yang lahir pada tanggal 8 Desember 1047, sekarang 8 Desember 2024 pas 77 tahun. Reserse sekarang lebih trans nasional crime, artinya bahwa reserse saat ini lebih mengedepankan pendekatan persuasif,
karena kita sama-sama pahami untuk memutus dan menghapus segala bentuk perbuatan pelanggaran hukum itu, bukan nanti yang bersangkutan masuk ke dalam penjara. Jadi sejak dini kita sudah mendeteksi berikan pemahaman bahwa apa yang menjadi embrio terjadinya sebuah pelanggaran hukum, kita lakukan pencegahan. Oleh karena itu saya tekankan kepada anggota saya, setiap melakukan pemeriksaan, berikan penyampaian-penyampaian dan penyuluhan hukum,”
lumayan kalau dalam satu hari yang diperiksa 17 orang kali sebulan lumayan. jadi itu akan sampai kepada mereka, keluarga mereka, sampai kepada masyarakat ditingkat bawah yang belum paham tentang apa sebenarnya hukum,”
Kedepannya kita berharap semuanya mari kita sama-sama memantau situasi dan perkembangan yang ada. di Tahun 2025 tinggal berapa hari lagi, momen ke depannya ada Natal, tahun baru dan perhelatan akbar itu masyarakat akan ramai,
Mari sama-sama kita monitoring, saya membuka diri karena memang ada sesuatu hal yang sifatnya gangguan Kamtibmas atau perbuatan yang melanggar hukum, segera sampaikan dengan disertai bukti, pasti kita akan tindaklanjuti. Yang paling dominan konvensional terkait pencurian, kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ujarnya.
(Alir).











