Topikterkini.com.Donggala – Yang pertama saya sangat berbahagia karena memang dulu janji waktu kampanye tahun 2024 kemarin, kalau saya terpilih bersama dengan pak Nasir anggota DPRD kabupaten Donggala dapil 1 banawa, Banawa tengah, saya akan reses di desa loli Dondo, ujar anggota DPRD Provinsi Mahfud Masuara, yang di dampingi oleh anggota DPRD kabupaten donggala Nasir, kepala desa loli Oge Gatot, Sekdes Loli Dondo Suaib, ketua BPD desa loli Dondo, pada hari Rabu tanggal 5/2/2025 di ruangan Aula kantor desa loli Dondo.
dan program-program kedewanan juga akan kembali ke sini, dan janji itu saya tunaikan hari ini. Kegiatan reses hari ini cukup bagus karena antusias masyarakat, ratusan masyarakat yang ikut hadir, dalam rangka mengusulkan program-programnya, baik infrastruktur,
dan saya sangat tertarik tadi, ada niat membangun sekolah SMA yang di mana lokasinya itu disiapkan oleh pak Kades loli Oge pak Gatot, dalam bentuk hibah. tadi saya bilang kalau ada surat-surat hibahnya, tentunya melalui kewenangan saya di DPR akan saya usulkan ke dikjar provinsi, ungkap Mahfud Masuara,
dan tentu pak gubernur akan disposisi ke instansi terkait. Hal ini sangat penting, dimana Lima desa loli dari dulu sampai sekarang belum ada sekolah SMA dan SMK di bangun di desa loli, adanya pembangunan sekolah karena daerah akan maju kalau urusan pendidikan menjadi skala prioritas saya Nanti.
Terkait dengan permintaan masyarakat yaitu pembangunan drainase di perusahaan galian C yang ada di desa loli dondo, prinsipnya reses ini ditampung dan saya menunggu usulan tertulis atau proposal dari pemerintah desa,
nanti instansi teknis yang akan membidangi, yang akan mengukur dan segala macamnya, yang penting masuk usulan dulu dan itu saya jadikan pokok-pokok pikiran saya,” Reses saya hari ini untuk kepentingan di tahun 2026 sampai dengan tahun 2029.
Terkait dengan permintaan masyarakat tentang UMKM dan alat-alat tangkap ikan, alat pertanian, permintaan tersebut merupakan permintaan lisan,
makanya saya dan tim selalu mengingatkan, karena ini harus lewat kepala desa juga,” semua permintaan lisan tadi di buatkan dalam bentuk tertulis atau proposal,” Saya akan tunggu proposalnya itu dan nanti kita akan berkoordinasi dengan dinas teknis yang membidangi itu,
dan saya sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah punya pokok pikiran yang akan dikawal disana,”
dan mudah-mudahan itu masuk ke dalam, dan kerjasamanya usulan tadi tidak bisa hanya sekedar usulan tapi harus ada bentuk fisik permohonan tertulis,” yang ada dalam bentuk proposal yang mereka buat, dan proposal itu mereka kasih ke saya. Pungkasnya.
(Alir).











