Topikterkini.com.Husin Alwi, seorang praktisi pemberdayaan masyarakat dan mantan Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Tengah ke-14, Rusdy Mastura, menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi pemerintah dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Tengah. Ia menyoroti perlunya kebijakan, penganggaran, dan pemrograman yang berpihak pada masyarakat miskin sebagai indikator utama dalam upaya tersebut.
Husin juga menekankan pentingnya meminimalkan kesalahan inklusi dan eksklusi dalam penyaluran bantuan, yang berarti memastikan bantuan tepat sasaran. Ia menyarankan agar pemerintah daerah rutin memperbarui data kemiskinan dan melakukan analisis mendalam terhadap dimensi kemiskinan di wilayah tersebut.
Untuk intervensi program, Husin merekomendasikan pendekatan “Direct Attack Poverty” yang revolusioner, mengingat pengalaman sukses Kota Palu pada tahun 2015 dengan program Padat Karya dan Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) yang berhasil menurunkan tingkat kemiskinan hingga sekitar 7,24%. Ia juga menekankan peran penting Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Tengah.
Gubernur Anwar Hafid telah mengumumkan dua program prioritas untuk meringankan beban masyarakat:
1. Berani Cerdas: Mulai tahun ajaran 2025, pemerintah provinsi akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal Sulawesi Tengah.
2. Berani Sehat: Masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan gratis di RSUD Undata dan Madani hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Anwar Hafid menekankan bahwa biaya pendidikan yang tinggi seringkali membuat masyarakat menjual aset berharga, yang pada akhirnya dapat memperburuk kemiskinan. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mengurangi beban masyarakat melalui pendidikan gratis hingga perguruan tinggi dan layanan kesehatan gratis.
Sumber: Deadline-News.com.
Editor: Husni Sese.









