Topikterkini.com.Donggala – Kepala Desa Loli Oge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Gatot, mengutuk keras warganya yang terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Ia menegaskan bahwa narkoba bukan hanya musuh negara, tetapi juga musuh masyarakat yang harus diberantas secara tegas dan tanpa pandang bulu.
“Sebelum saya menjabat sebagai Kepala Desa Loli Oge dan dilantik pada 6 Januari 2023, saya sudah dipercayakan sebagai Ketua Satgas Anti Narkoba Desa Loli Oge. Sejak itu, saya aktif melakukan pengintaian terhadap bandar dan pengedar narkoba,” ujar Gatot saat dikonfirmasi di kediamannya pada Sabtu (22/3/2025).
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali memberikan informasi akurat kepada pihak berwenang, termasuk Satuan Narkoba Polres Donggala. “Begitu laporan saya sudah A1 atau akurat, tim langsung diturunkan dan berhasil menangkap pelaku,” katanya.
Gatot menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak boleh tebang pilih. “Yang pertama berhasil kami ungkap, kemudian yang kedua dilakukan oleh Polda Sulteng dengan penggerebekan yang juga membuahkan hasil. Jika kita ingin benar-benar memberantas narkoba, kita tidak boleh memilah-milah siapa pelakunya. Mau itu keluarga atau keponakan, kalau terbukti terlibat, harus disikat!” tegasnya.
Dalam penggerebekan ketiga, Kepala Desa Loli Oge bahkan turun langsung bersama Kasat Narkoba Polres Donggala. “Pak Kasat sempat ragu karena lokasi penggerebekan berada di tengah permukiman warga. Tapi saya bilang, kalau ragu, mundur saja, saya yang akan maju paling depan,” ungkapnya.
Tak hanya bertindak langsung, Gatot juga aktif melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat. “Saya sudah sampaikan di masjid setelah salat Jumat, di hajatan, tahlilan, bahkan di pesta pernikahan. Saya tegaskan, bagi yang merasa mengedarkan atau memakai, lebih baik berhenti sekarang! Kita sudah darurat narkoba!” katanya.
Gatot memperingatkan bahwa siapa pun yang tetap terlibat dalam penyalahgunaan narkoba akan berhadapan dengan hukum. “Kalau kalian tidak mendengar imbauan ini, jangan salahkan jika nanti tim dari Satuan Narkoba turun melakukan penindakan. Jika sudah berurusan dengan hukum, pasti akan sulit,” tambahnya.
Menurutnya, perang melawan narkoba bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama. “Kasihan generasi kita, banyak yang rusak akibat narkoba. Jika bukan sekarang kita melakukan pencegahan, lalu kapan? Percuma saya berteriak sendirian kalau tidak ada dukungan dari masyarakat,” pungkasnya.
Laporan: Alir.











