Donggala

Warga Kabonga Besar Kabupaten Donggala Resah, Air Terjun Uwemole Terancam Aktivitas Tambang

277
×

Warga Kabonga Besar Kabupaten Donggala Resah, Air Terjun Uwemole Terancam Aktivitas Tambang

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Donggala – Air Terjun Binangga Uwemole, yang terletak di Kelurahan Kabonga Besar, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, merupakan kebanggaan masyarakat setempat. Di kawasan ini terdapat sebuah air terjun alami yang berada di RW 02 Kelurahan Kabonga Besar. Dahulu, Sungai Uwemole mengalir hingga bermuara ke pantai. Namun kini, debit airnya mulai menyusut sehingga alirannya tidak lagi mencapai pesisir.

“Air terjun masih tetap ada dan sering dikunjungi warga, baik untuk mandi, menikmati kesejukan, maupun sekadar menyegarkan pikiran. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang, debit air meningkat dan semakin banyak warga yang datang menikmati air terjun Uwemole,” ujar Yuryanto, seorang aktivis lingkungan, pada Sabtu (5/4/2024).

Menurutnya, setiap hari dari pagi hingga sore, anak-anak sekolah, remaja, hingga orang dewasa datang ke Binangga Uwemole untuk menikmati keindahan air terjun. Tak sedikit pula warga yang memanfaatkan sungai tersebut untuk mandi dan mencuci pakaian.

“Bagi warga RW 02, Uwemole bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga sumber kehidupan. Namun semua itu bisa berubah jika kabar tentang rencana masuknya investor tambang benar terjadi. Kabarnya, akan ada perusahaan tambang galian C yang hendak mengelola gunung di hulu sungai menjadi area pertambangan,” ungkap Yuryanto.

Jika hal itu benar terjadi, lanjutnya, maka ini sangat disayangkan. Potensi bencana seperti banjir dan kekeringan bisa mengancam permukiman warga yang berada di bawah gunung. Kerusakan hutan di hulu sungai juga akan berdampak pada keberlangsungan aliran Sungai Uwemole.

Kabar tersebut telah meresahkan warga Kelurahan Kabonga Besar, terutama di RW 02. Mereka menyatakan penolakan terhadap rencana penambangan tersebut, namun bingung harus mengadu kepada siapa. Meski ada sebagian kecil masyarakat yang menyambut baik investor demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), warga memahami bahwa wilayah Kabonga Besar tidak termasuk dalam zona tambang, yang hanya mencakup wilayah Desa Loli Raya.

“Entah kepentingan siapa lagi yang mendorong masuknya tambang ke zona yang tidak diperuntukkan. Kami di RW 02 kini hanya bisa berharap rencana tersebut tidak menjadi kenyataan, agar Binangga Uwemole tetap lestari dan menjadi sumber kebanggaan masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, warga RW 02 tidak menolak tambang secara keseluruhan, apalagi menentang investor. Namun, peningkatan PAD seharusnya tidak mengorbankan warga.

“Sudah cukup dengan adanya tiga perusahaan tambang galian C yang saat ini beroperasi di wilayah Kabonga Besar. Ke depannya, pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam memberikan rekomendasi dan izin, dari tingkat bawah hingga pusat, hendaknya mendengar keluhan kami. Lihatlah bahwa ada kehidupan yang harus dijaga. Ada ratusan nyawa yang harus diselamatkan dari bencana yang mungkin terjadi jika tambang ini tetap direalisasikan,” pungkas Yuryanto.

(Alir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *