Laporan oleh Alpian Abdullah, Wartawan Topikterkini.com
Topikterkini.com-Soppeng- Road show Pembelajaran Budaya Bugis yang diinisiasi oleh Yayasan Sulapa Eppae kembali menyasar Kabupaten Soppeng. Kegiatan yang merupakan bagian ketiga dan penutup dari rangkaian acara di tiga kabupaten Sulawesi Selatan ini (setelah Bone dan Wajo) berlangsung meriah pada Rabu (14/05/2025) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng. Sebanyak 130 guru tingkat SD dan SMP perwakilan dari berbagai sekolah di Kabupaten Soppeng antusias mengikuti kegiatan ini.
Ketua Yayasan Sulapa Eppae, Jamal Andi, S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan di Soppeng ini terlaksana berkat kerjasama yang baik dengan Sekolah Budaya Bugis La Temmamala Soppeng serta dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng.

“Kerjasama Pembelajaran Budaya Bugis ini telah terjalin sejak tahun 2017 dan hingga saat ini telah meluluskan enam angkatan dengan sekitar 250 alumni yang memiliki pemahaman mendalam dan keterampilan dalam Aksara, Tradisi, Adat, dan Sejarah Bugis Soppeng. Alumni-alumni ini tersebar di berbagai sekolah di Soppeng,” jelas Jamal Andi.
Ia menambahkan bahwa gerakan ini semakin gencar berkat dukungan Dana Indonesiana/Dana Hibah Bidang Kebudayaan Kategori Dukungan Institusional Tahun 2024 dari Kementerian Kebudayaan.
Sekretaris Daerah Pemkab Soppeng, Andi Ibrahim Hatta, SH., M.Si., yang mewakili Bupati Soppeng saat membuka acara, menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Sulapa Eppae atas konsistensinya dalam menggerakkan Pembelajaran Budaya Bugis di Soppeng. Mengingat Soppeng sebagai salah satu kabupaten tertua di Sulawesi Selatan, ia menekankan pentingnya mempertahankan ciri khas budaya, terutama di kalangan generasi muda.
“Mari kita majukan kebudayaan mulai dari usia dini, khususnya di lingkungan pendidikan dasar. Para guru memiliki peran penting untuk mengajarkan dan mempraktikkannya kepada siswa di sekolah,” harap Andi Ibrahim Hatta.

Dr. H. Ajiep Padindang, SE., MM., ketua Dewan Pembina Yayasan Sulapa Eppae dan pendiri Sekolah Budaya Bugis La Temmamala Soppeng, hadir sebagai narasumber dengan tema “Urgensi Pembelajaran Budaya Bugis di Sulawesi Selatan”. Beliau menekankan bahwa pemajuan Kebudayaan Bugis harus selaras dengan peraturan perundangan yang berlaku, dengan fokus pada Pemanfaatan, Pengembangan, Perlindungan, serta Pembinaan Kebudayaan.
“Aspek-aspek seperti Bahasa dan Sastra Bugis, Adat Istiadat, Tradisi Masyarakat, dan Sejarah Budaya Bugis perlu diterjemahkan ke dalam empat komponen pemajuan kebudayaan tersebut,”kata Mantan Senator DPD RI 2 periode.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Andi Sumangerukka, SE., S.Sos., M.Si., juga turut menjadi narasumber dengan materi tentang Kebijakan Pemajuan Kebudayaan di Kabupaten Soppeng. Ia menyampaikan berbagai kebijakan pemerintah daerah dalam mengidentifikasi dan mendaftarkan kekayaan budaya Soppeng, serta upaya pengembangannya agar memberikan kontribusi positif bagi daerah.
Sesi materi juga diisi oleh tim pengajar dari SBB La Temmamala Soppeng Tahun 2025, yang membawakan materi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. H. Sukarding, S.Pd., dan Murniati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan materi tentang Bahasa dan Sastra Bugis. Materi Adat Istiadat Masyarakat Bugis dibawakan oleh Andi Rahman Sulo, S.Pd., dan Sri Eka Putri, S.Pd. Hj. Agustina, S.Pd., dan Andi Marwaningsih, S.Pd., berbagi pengetahuan tentang Tradisi Masyarakat Bugis. Sementara itu, Dr. Karim, M.Pd., dan Nur Alim, S.Sos., M.Si., memaparkan materi tentang Sejarah Budaya Bugis Soppeng.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang dipandu oleh para narasumber. Diskusi yang terbagi dalam empat kelompok (Bahasa dan Sastra Bugis, Adat Istiadat Bugis, Tradisi Masyarakat Bugis, dan Sejarah Budaya Bugis) berlangsung interaktif dan menghasilkan berbagai kesimpulan penting.
Di penghujung acara, dilakukan pembahasan mengenai persiapan Festival Budaya Serumpun Bugis (SEMPUGI) Tahun 2025 yang dipandu oleh Dr. H. Ajiep Padindang, SE., MM., dan ketua Yayasan Sulapa Eppae. Saat menutup acara, Dr. H. Ajiep Padindang memberikan semangat kepada para guru, khususnya pengelola SBB La Temmamala Soppeng, untuk terus memupuk komitmen dalam menggerakkan Pembelajaran Budaya Bugis di Soppeng.
“Gerakan Pembelajaran Budaya Bugis di Soppeng harus terus digelorakan, terutama oleh para pendidik. Pertahankan semangat yang ada dan terus ukir prestasi, serta persiapkan diri dan kontingen SBB La Temmamala Soppeng untuk berpartisipasi aktif dalam Festival Budaya Serumpun Bugis (SEMPUGI) Tahun 2025 yang akan segera dilaksanakan,” pungkas Ajiep Padindang yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI. (LPW/RK)









