Topijterkini.com.LOMBOK TIMUR – Aktivitas tambang Galian C di sekitar kawasan wisata Pantai Labuan Haji, Lombok Timur, menuai sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat.
Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur, melalui ketuanya Eko Rahadi, mengecam keras kegiatan penambangan ilegal yang dinilai merusak lingkungan dan infrastruktur publik.
Menurut Eko, aktivitas tambang tersebut berlangsung tanpa henti selama 24 jam dan dilakukan tanpa memperhatikan aturan lingkungan maupun tata ruang yang berlaku.
“Kami sangat prihatin dan geram melihat kondisi ini. Galian C ilegal ini telah merusak akses jalan menuju kawasan wisata andalan masyarakat Labuan Haji,” tegasnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan menuju Pantai Labuan Haji kini dalam keadaan rusak parah. Sejumlah titik jalan dipenuhi lubang besar yang membahayakan keselamatan pengendara, baik roda dua maupun roda empat.
Ironisnya, meski aktivitas tambang sudah berlangsung hampir setahun, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur dinilai belum mengambil langkah tegas untuk menghentikannya.
“Kami mendesak Pemda segera menutup seluruh aktivitas Galian C ilegal di kawasan ini. Bila tuntutan ini tidak diindahkan, kami tidak segan untuk menggalang aksi pemuda dan masyarakat Labuhan Haji guna memblokade jalan menuju lokasi tambang,” ancam Eko.
FRB juga mengimbau seluruh elemen pemuda dan warga sekitar untuk bersatu menolak segala bentuk aktivitas tambang ilegal yang mengancam kelestarian lingkungan dan keselamatan publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemda Lombok Timur terkait desakan penutupan tambang Galian C di kawasan Pantai Labuan Haji.(TT).











