Topikterkini.com.Donggala, 3 Juni 2025 — Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan, dalam sambutannya pada kegiatan Program Bangga Kencana yang digelar di Aula Dinas P2KB menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam membangun keluarga berkualitas dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Donggala.
“Seperti kita ketahui bersama, Program Bangga Kencana bertujuan untuk membentuk keluarga yang terencana dan berkualitas,” ujarnya. Menurutnya, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga, serta mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Wakil Bupati menyoroti pentingnya program keluarga berencana (KB) dalam menekan angka kelahiran, terutama di era digital yang menuntut peningkatan pelayanan dan inovasi. Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Donggala masih menghadapi sejumlah tantangan besar, di antaranya rendahnya kualitas sumber daya manusia, tingginya angka kemiskinan, stunting, kematian ibu dan bayi, serta kehamilan di usia remaja.
Karena itu, peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) sangat penting dalam mengintervensi masalah-masalah tersebut. Ia berharap pelayanan KB, khususnya metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), lebih ditingkatkan, terutama kepada ibu-ibu pasca melahirkan.
Taufik M. Burhan juga menegaskan kepada para kader dan TPK agar fokus melakukan pendampingan kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, baduta, dan balita. Hal ini bertujuan untuk mencegah kelahiran anak stunting dan menekan angka kematian ibu serta bayi.
Berbagai kebijakan tersebut, kata Wabup, harus didukung oleh strategi operasional seperti peningkatan komitmen, koordinasi, sinergi dan kolaborasi antar instansi serta mitra layanan anak dan balita. Pendidikan dan kesehatan anak usia dini juga harus menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan ketahanan keluarga.
“Pengembangan SDM berkualitas melalui keluarga yang berkualitas adalah kunci,” ungkapnya. “Kita tidak hanya bicara pendidikan dan kesehatan, tapi juga bagaimana kita merencanakan keluarga dengan baik.”
Lebih lanjut, Wabup menyebutkan dua tantangan besar yang perlu ditangani secara kolaboratif dan lintas sektor. Pertama adalah percepatan penurunan stunting yang menjadi program prioritas nasional dengan target penurunan prevalensi hingga 14,4% di tahun 2029 dan 5% pada 2045, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Ia menekankan bahwa target tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja keras dan kolaborasi semua pihak — mulai dari pemerintah pusat dan daerah, legislatif, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat dan keluarga.
Untuk mendukung hal itu, Pemerintah Kabupaten Donggala telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan. Juga telah dibentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta Tim Audit Kasus Stunting yang terdiri dari pakar dan ahli.
Mengakhiri sambutannya, Taufik M. Burhan menyampaikan harapannya agar dengan terbentuknya berbagai tim tersebut, upaya penurunan stunting di Kabupaten Donggala dapat mencapai target yang ditetapkan secara nasional.
Dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Donggala didampingi oleh Ketua DPRD yang diwakili Nasir, Asisten I H. Yusuf Lamangkampaki, Kapolres Donggala (diwakili), Danramil, Plt Kadis P2KB Arif Panungkul, Kepala Bidang BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, serta para camat se-Kabupaten Donggala.
Laporan: Alir











