Donggala

Banjir Bandang Wombo Donggala, Dua Korban Jiwa Puluhan Rumah Rusak, Empat Sekolah Lumpuh

124
×

Banjir Bandang Wombo Donggala, Dua Korban Jiwa Puluhan Rumah Rusak, Empat Sekolah Lumpuh

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Donggala, 17 Juni 2025 — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, Abd. Muin, mengungkapkan perkembangan penanganan pascabencana banjir bandang yang melanda Desa Wombo pada 27 Mei 2025 lalu. Dalam musibah tersebut, dilaporkan dua orang meninggal dunia, sementara sekitar 10 rumah warga mengalami kerusakan berat, disusul sejumlah rumah lainnya yang mengalami kerusakan sedang dan ringan.

“Alhamdulillah, saat ini proses penanganan masih terus berlangsung. Kabid kami, Ibu Mardiana, sedang berjuang di BNPB Pusat di Jakarta untuk memastikan bantuan segera turun,” ujar Abd. Muin saat ditemui pada Selasa (17/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa pihak BPBD terus melakukan koordinasi intensif dengan BNPB Pusat. Janji bantuan untuk rumah rusak berat, sedang, dan ringan sudah dikomunikasikan. Selain itu, bantuan dari berbagai pihak terus mengalir, baik dari masyarakat, pemerintah daerah, maupun NGO yang turut menyediakan sembako dan perlengkapan darurat bagi para penyintas.

Abd. Muin juga menyampaikan bahwa sinergi antara BPBD, TNI, dan Polri sangat membantu dalam proses evakuasi dan pemulihan. “Selama 14 hari awal pascabencana, personel dari TNI dan Polri aktif di lapangan. Saat ini kami mulai mengurangi jumlah personel karena progres penanganan telah mencapai sekitar 75 persen,” terangnya.

Kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan utama, terutama untuk membersihkan fasilitas umum. BPBD fokus membersihkan lumpur dan sampah yang menumpuk di sejumlah titik vital.

Dampak terparah juga dirasakan di sektor pendidikan. Empat sekolah terdampak, termasuk SMPN 1, beberapa sekolah dasar, satu taman kanak-kanak, dan satu PAUD. Seluruh bangunan tersebut dipenuhi lumpur dengan kedalaman mencapai satu meter, menyebabkan kerusakan berat.

“Evakuasi warga sebenarnya berjalan lancar, namun medan yang berat menjadi tantangan tersendiri. Menurut kami, ini adalah bencana besar setelah gempa dan tsunami tahun 2018. Dua dusun terdampak lumpur setinggi satu meter yang merendam rumah dan jalan warga,” tambahnya.

Struktur beberapa bangunan tidak lagi mampu menopang kerusakan akibat tekanan lumpur dan arus deras, sehingga diklasifikasikan sebagai rusak berat. Pemerintah daerah kini terus mengupayakan pemulihan dan mengajak semua pihak untuk turut serta membantu korban bencana di Wombo.

(Alir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *