Topikterkini.com.Tolitoli, 11 Juli 2025 – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum dan memberantas peredaran narkotika dengan melakukan pemusnahan barang bukti dari 10 perkara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.
Kegiatan pemusnahan ini berlangsung di halaman Kantor Kejari Tolitoli pada Jumat (11/07/2025), dan dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tolitoli, Dr. Albertinus P. Napitupulu, SH. Barang bukti yang dimusnahkan meliputi narkotika jenis sabu-sabu seberat 94,3205 gram dan sejumlah barang bukti tindak pidana khusus seperti kasus pengeboman ikan.
Proses pemusnahan dilakukan secara ketat dan transparan. Barang bukti sabu dilarutkan dalam air bercampur deterjen sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Sementara itu, barang bukti lainnya dibakar hingga tak bersisa.
Kajari Tolitoli menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan bentuk nyata komitmen institusinya dalam menekan penyalahgunaan barang bukti dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. “Kami tidak ingin ada celah barang bukti disalahgunakan kembali. Ini juga menjadi peringatan keras bagi para pelaku agar tidak bermain-main dengan masa depan generasi muda bangsa,” tegasnya di hadapan awak media.
Pemusnahan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi daerah, di antaranya Kapolres Tolitoli, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, S.I.K; Danlanal Tolitoli, Letkol Laut Joko Aryawan, SH, M.Mg; dan Dandim 1303/BT, Letkol Inf Aryanto Roland. Kehadiran mereka menjadi simbol sinergi Forkopimda dalam mendukung program nasional pencegahan dan pemberantasan narkoba sesuai Asta Cita Presiden RI.
Dalam keterangannya, Kajari juga mengungkapkan upaya pencegahan terus digencarkan melalui kerja sama intensif dengan Polairud dan Lanal Tolitoli. Fokus penjagaan dan patroli diperketat di jalur-jalur rawan penyelundupan seperti Pelabuhan Salumbia, yang disebutnya sebagai titik masuk paling potensial bagi barang haram tersebut.
“Jalur laut adalah celah yang sering dimanfaatkan. Maka kami tak akan lengah. Ini soal masa depan Tolitoli, masa depan anak bangsa,” pungkas Dr. Albertinus.
Laporan: Andi Iswana.











