Topikterkini.com.Donggala, 11 Juli 2025 – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah atas wafatnya Ariel Sharon, seorang penyuluh keluarga berencana yang bertugas di Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala. Ironisnya, jenazah almarhum harus dibawa turun dari wilayah pegunungan menggunakan sepeda motor lantaran mobil ambulans Puskesmas Pinembani dalam kondisi rusak dan telah lama mangkrak di bengkel di Kota Palu.
Ariel Sharon merupakan sosok yang dikenal berdedikasi dalam menjalankan tugasnya. Ia mengawali karier sebagai tenaga honorer di Dinas BPKB sejak tahun 2016. Kala itu, ia langsung ditempatkan di Kecamatan Pinembani dengan desa binaan Palentuma. Di tempat tugasnya itu pula ia membangun keluarga bersama seorang perempuan asli Pinembani dan dikaruniai seorang anak.
Perjuangannya berbuah hasil ketika pada tahun 2023, ia berhasil lolos menjadi penyuluh keluarga berencana melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah. Meski statusnya berubah, penempatannya tetap di kecamatan yang sama, yakni Pinembani.
Naas, ajal menjemputnya saat masih menjalankan tugas di Desa Palentuma. Keterbatasan sarana transportasi di wilayah terpencil tersebut menjadi sorotan, karena jenazah almarhum terpaksa dibawa ke rumah duka di Jalan Karajalemba, Kota Palu, hanya dengan menggunakan sepeda motor.
“Ambulans Puskesmas Pinembani sudah beberapa bulan rusak dan belum diperbaiki. Mobilnya masih berada di bengkel di Palu,” ungkap salah satu rekan kerja almarhum.
Kepergian Ariel Sharon menjadi tamparan keras bagi perhatian terhadap fasilitas pelayanan kesehatan di daerah terpencil, sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang selama ini merasakan pengabdian dan ketulusannya.
(Alir).











