Topikterkini.com.Donggala – Pemerintah Kabupaten Donggala terus mengakselerasi penurunan angka stunting dengan melaksanakan Aksi Pelayanan Stunting Tahap 2 di Desa Saloya, Kecamatan Sindue. Kegiatan ini menargetkan 241 keluarga yang masuk kategori berisiko stunting, berdasarkan data dari Dinas P2KB Donggala.
Dalam aksi tersebut, Dinas Perikanan Donggala yang dipimpin oleh Ali Assegaf, turut didampingi Kapolsek Sindue, Babinkamtibmas, Sekretaris Dinas Perikanan, dan Kepala Desa Saloya. Mereka menyalurkan bantuan berupa ikan pelagis segar sebanyak 3 kilogram per keluarga, dengan total sasaran mencapai 723 jiwa. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan yang kaya omega-3 guna memperbaiki status gizi masyarakat.
Ali Assegaf menegaskan bahwa distribusi pangan bergizi ini sejalan dengan strategi nasional penurunan prevalensi stunting menjadi 14% pada 2025. Program dilaksanakan secara kolaboratif lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, Polres Donggala, TNI, dan pemerintahan desa.
Selain penyaluran pangan, aksi ini juga mencakup penguatan ekonomi sirkular berbasis perikanan budidaya air tawar. Inisiatif ini mendorong keluarga berisiko stunting untuk mengakses sumber protein hewani secara mandiri dan berkelanjutan, khususnya di wilayah daratan seperti Desa Saloya yang tidak memiliki akses langsung ke laut.
Pemerintah menilai konsumsi ikan memiliki dampak besar bagi kesehatan masyarakat, mulai dari fungsi otak, jantung, hingga tumbuh kembang janin. Upaya penurunan stunting ini melibatkan seluruh OPD terkait dan menjadi gerakan terpadu bertajuk “Stop Stunting” demi mencetak generasi Donggala yang sehat dan bebas stunting.
(Alir).











