Topikterkini.com.Donggala — Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assegaf, memimpin pertemuan bersama para nelayan di Kelurahan Boneoge, Kecamatan Banawa, Jumat (31/10/2025). Pertemuan ini digelar dalam rangka pelaksanaan program strategis nasional “Kampung Nelayan Merah Putih”, di mana Boneoge menjadi salah satu lokasi prioritas pengembangan.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Assegaf menekankan pentingnya penguatan kelembagaan nelayan yang diawali dengan kepemilikan Kartu Kusuka (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan).
“Kartu Kusuka menjadi identitas resmi profesi nelayan dan memastikan bahwa mereka benar-benar berprofesi sebagai penangkap ikan,” ujarnya.
Ali menjelaskan bahwa Kartu Kusuka yang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bukan hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga dapat digunakan untuk transaksi keuangan layaknya kartu ATM.
“Kartu ini berbasis elektronik dan bisa digunakan di semua mesin ATM. Jadi nelayan bukan hanya memiliki bukti profesi, tetapi juga kemudahan akses transaksi perbankan,” tambahnya.
Menurut Ali, kehadiran Kartu Kusuka menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar menghargai peran nelayan sebagai pejuang pangan nasional, yang turut berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Nelayan harus bangga, karena dengan memiliki Kartu Kusuka, mereka diakui dan dihormati atas dedikasinya dalam membangun sektor perikanan,” tegasnya.
Selain penguatan kelembagaan, kegiatan ini juga dihadiri oleh PT Honda yang datang langsung dari Jakarta untuk memperkenalkan mesin tempel Honda berkapasitas 20 PK. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan hasil tangkapan nelayan.
“Selama ini nelayan kita memerlukan waktu tiga hingga empat jam untuk menuju rumpon. Dengan mesin tempel ini, mereka bisa bergerak lebih cepat dan memanfaatkan waktu perjalanan untuk mencari gerombolan ikan,” jelas Ali.
Ia menambahkan, melalui teknologi tersebut nelayan dapat menerapkan pola tangkap melingkar menggunakan jaring lingkar, sehingga lebih adaptif dalam menangkap berbagai jenis ikan seperti tuna maupun cakalang.
“Nelayan harus memiliki kemampuan multi-alat tangkap agar tetap produktif dan tangguh menghadapi dinamika laut,” tutupnya.
(Alir)











