Donggala

BKPSDM Donggala: Profiling ASN Jadi Dasar Penempatan, Promosi, dan Mutasi Berbasis Kompetensi

151
×

BKPSDM Donggala: Profiling ASN Jadi Dasar Penempatan, Promosi, dan Mutasi Berbasis Kompetensi

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Donggala – Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) dalam rangka pemetaan kompetensi ASN secara nasional. Kepala BKPSDM Kabupaten Donggala, Isngadi, didampingi Kabid Diklat Boby, menjelaskan bahwa profiling ini menjadi dasar utama penempatan ASN di masa mendatang.

“Profiling ini adalah dasar pemetaan. Jadi nanti penempatannya di mana, ini kesempatan terbesar bagi teman-teman. Tidak ada lagi ASN itu siapa dekat siapa. Tidak ada lagi ASN yang mencari koneksi atau lain-lain,” tegas Isngadi saat kegiatan berlangsung di Kota Palu, Jalan Bantilan, Senin (1/12/2025).

Ia menambahkan bahwa hasil profiling akan menjadi starting point bagi kebijakan kepala daerah dalam menentukan promosi, rotasi, mutasi, hingga evaluasi kelayakan pejabat. “Ke depan, kebijakan pengambilan keputusan oleh kepala daerah akan berbasis hasil ini. Siapa yang dipromosi, dirotasi, dimutasi, bahkan jika ada yang tidak layak jadi pejabat, berarti dia akan turun,” jelasnya.

Isngadi juga memaparkan bahwa sistem profiling menggunakan konsep tujuh kotak jembatan. ASN yang berada pada kotak 7, 8, dan 9 dinyatakan memenuhi ekspektasi. Namun, bagi ASN yang berada di bawah kotak tersebut akan direkomendasikan mengikuti diklat pengembangan kompetensi, baik bagi pejabat administrator, fungsional, maupun pengawas. “Diklat diberikan agar kompetensinya meningkat,” ujarnya.

Kegiatan profiling ini dilaksanakan selama lima hari, dengan satu sesi per hari berjumlah 70 peserta. Pada hari pertama, peserta digabung dengan ASN dari Kabupaten Morowali Utara karena tersisa 20 orang, sehingga total 50 peserta yang masuk sesi awal. Untuk Kabupaten Donggala, jumlah peserta lebih dari 500 ASN sebagai jatah dari BAKN.

Profiling ini bukan kegiatan mandiri daerah, melainkan kuota yang diberikan oleh BAKN. Karena itu, masih ada ASN yang belum mendapatkan pemanggilan. “Insyaallah tahun depan,” kata Isngadi.

Ia menjelaskan ada beberapa alasan ASN belum terdaftar pada kegiatan ini, seperti keterbatasan kuota dan data pegawai yang belum terupdate di SIASN. “Jika datanya tidak terbaca di jabatan atau golongan, mereka dipending dulu. Peserta yang ikut hari ini sudah dipastikan datanya terupdate,” tambahnya.

Di akhir penyampaian, Isngadi berharap kegiatan ini menjadi sarana munculnya talenta-talenta baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Donggala. “Harapannya, akan muncul orang-orang yang memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan tertentu, sehingga pemerintahan daerah dijalankan oleh orang yang berkualifikasi dan berkompeten,” tutupnya.

(Alir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *