BeritaDAERAHEKONOMIKesehatanNTB

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Lombok Timur Tekankan Pentingnya Layanan HIV Berkelanjutan dan Penghapusan Stigma

134
×

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Lombok Timur Tekankan Pentingnya Layanan HIV Berkelanjutan dan Penghapusan Stigma

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Topikterkinimcom.LOMBOK TIMUR— Hari AIDS Sedunia (HAS) yang diperingati setiap 1 Desember kembali menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat komitmen bersama dalam penanggulangan HIV dan AIDS. 

 

Tahun 2025, tema nasional HAS adalah “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlangsungan Layanan HIV”, yang mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah, mitra, hingga komunitas dalam memberikan edukasi dan memastikan keberlanjutan layanan HIV, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.

 

Kasus HIV/AIDS di Lombok Timur Meningkat

 

Data KPAD Lombok Timur menunjukkan tren peningkatan kasus penderita HIV/AIDS dari tahun 2024 ke 2025. Terdapat penambahan kasus baru dari berbagai sumber penularan seperti penggunaan jarum suntik bersama (Penasun), hubungan sesama lelaki (LSL), wanita pekerja seks (WPS), serta faktor-faktor risiko lain. (Jumlah angka dapat disesuaikan sesuai data resmi.)

 

KPAD Lombok Timur menyoroti bahwa hingga kini masih banyak masyarakat yang memiliki stigma dan rasa takut berlebih terhadap orang dengan HIV, mulai dari menjauh, mengucilkan, hingga melakukan diskriminasi. 

 

Kondisi ini dinilai terjadi akibat kurangnya informasi yang benar terkait cara penularan HIV dan kondisi penderita.

 

KPAD Gelar Skrining dan Layanan Kesehatan di CFD Taman Rinjani Selong

 

Sebagai rangkaian peringatan HAS 2025, KPAD Kabupaten Lombok Timur menggelar kegiatan skrining kesehatan bagi kelompok berisiko tinggi (POCI) di area Car Free Day Taman Rinjani Selong. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi: Tes HIV, Pemeriksaan Hepatitis (HbsAg), Pemeriksaan gula darah, Pemeriksaan kesehatan umum, Pengobatan gratis untuk masyarakat yang beraktivitas di CFD.

 

Kegiatan ini melibatkan berbagai sektor, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, 35 puskesmas, dan organisasi BANGKIT (Barisan Pejuang Kesejahteraan Instansi Kesehatan).

 

“Kerja sama ini dilakukan agar edukasi dan layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” ujar Juru Bicara Humas KPAD Lombok Timur, Lalu Opan Hidayat.

 

Penularan HIV Tidak Terjadi Melalui Sentuhan, Kepala Bidang P3AKL Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Syahid Ramdlan, S.Kep., Ns., MM, menegaskan pentingnya pemahaman yang tepat mengenai cara penularan HIV.

 

 Ia menjelaskan bahwa HIV dapat menular melalui hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik bergantian, transfusi darah terkontaminasi, penularan ibu ke bayi tanpa pengobatan.

 

Ia menekankan bahwa HIV tidak menular melalui sentuhan, berjabat tangan, bekerja bersama, berpelukan, batuk atau bersin, maupun penggunaan alat makan yang sama.

 

“Orang dengan HIV bisa hidup sehat, bekerja, sekolah, bahkan membangun keluarga asal rutin menjalani pengobatan. Obat ARV dapat menekan jumlah virus sehingga tubuh tetap sehat dan risiko penularan sangat rendah,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan bahwa stigma dan diskriminasi tidak membantu mencegah penularan. Sebaliknya, penderita membutuhkan dukungan, informasi yang benar, serta pencegahan yang tepat.

 

 

“Jangan sebarkan informasi yang salah, jangan beri label negatif. Hormati mereka sebagai manusia yang memiliki hak yang sama dengan kita,” tegasnya.

 

RSUD Selong Tegaskan Komitmen Layanan HIV

 

Plt Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Anjasmoro, Sp.Rad, juga memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa layanan HIV di rumah sakit akan terus berkelanjutan dan dapat diakses masyarakat.

 

“RSUD dr. R. Soedjono Selong siap memberikan layanan terbaik dan menyediakan obat ARV secara gratis bagi ODHA,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa pihak rumah sakit, bersama berbagai pihak, akan terus berupaya merangkul penderita HIV yang belum menyadari pentingnya pengobatan.

 

 

“Kita bekerja bersama membujuk dan mendampingi mereka agar tidak terjadi diskriminasi kepada ODHA,” jelasnya.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *