Topikterkini.com.Donggala— SMK Negeri 1 Banawa menuntaskan pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang bersumber dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai anggaran mencapai Rp1,8 miliar pada Tahun 2025.
Bantuan dari pemerintah pusat tersebut dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan guna menunjang proses belajar mengajar.
Kepala SMK Negeri 1 Banawa, Slamet Indradi, menjelaskan bahwa revitalisasi dilaksanakan melalui empat paket kegiatan utama, meliputi pengecatan bangunan, rehabilitasi gedung, pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS), serta perbaikan fasilitas toilet.
“Selama saya menjabat sebagai kepala sekolah, Alhamdulillah pada tahun 2025 SMK Negeri 1 Banawa mendapatkan bantuan revitalisasi dari pusat sebesar Rp1,8 miliar. Seluruh program dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis dan bimbingan dari pemerintah pusat,” ujar Slamet Indradi, Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan membentuk Panitia Pelaksana Pembangunan Sekolah (P2SP). Hingga akhir Desember 2025, seluruh pekerjaan dinyatakan selesai 100 persen, sesuai spesifikasi konstruksi, serta pengelolaan dan penggunaan anggaran berjalan aman dan terkendali.
“Alhamdulillah, semua kegiatan rampung tepat waktu dan berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Slamet Indradi menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas hasil revitalisasi telah mulai dimanfaatkan. Fasilitas kesiswaan dan toilet sekolah sudah digunakan sejak bulan sebelumnya, sementara Ruang Praktik Siswa (RPS) dijadwalkan mulai digunakan secara perdana pada Selasa (13/1/2026).
“Insyaallah besok RPS mulai digunakan pertama kali. Kebetulan ada kegiatan sosialisasi bursa efek dari Komunitas Bursa Efek Kota Palu yang akan memanfaatkan gedung baru ini,” jelasnya.
Ia berharap, kehadiran fasilitas baru tersebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi siswa, serta daya tampung sekolah, khususnya untuk kegiatan praktik komputer dan aktivitas pembelajaran lainnya.
“Bantuan ini sangat membantu sekolah dalam menunjang proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta didik,” tutup Slamet Indradi.
(Alir).











