Jeneponto, topikterkini.com – Masjid Agung Jeneponto menyelenggarakan peringatan Nuzulul Qur’an pada Jumat (6/3/2026) malam, dengan mengusung tema mendekatkan diri pada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Acara yang dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat ini menghadirkan tausiyah dari Kiay Muda Zainuddin, Lc., M.Pd, yang juga menjabat sebagai Pembina Rumah Qur’an Maryam
KM. Zainuddin menjelaskan bahwa momentum Nuzulul Qur’an bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan pengingat akan perubahan mendasar dari masa jahiliah menuju masa yang penuh cahaya petunjuk dan keberkahan.
“Turunnya Al-Qur’an membawa pesan penting bagi kita semua untuk terus mengevaluasi hubungan pribadi dengan Al-Kitab Karim – apakah kita telah menjadikannya sebagai landasan dalam setiap langkah kehidupan kita,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan malam Nuzulul Qur’an tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, momen ini harus menjadi dorongan untuk semakin mencintai dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
EMPAT KEWAJIBAN UTAMA TERHADAP AL-QUR’AN
Zainuddin menguraikan bahwa setiap umat Islam memiliki empat kewajiban utama terhadap Al-Qur’an, yaitu:
1. Mempelajari dan membacanya – dengan penuh khusyuk dan memperhatikan tartil bacaan.
2. Memahami kandungannya – tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memahami makna dan pesan yang terkandung di dalamnya.
3. Mengamalkan ajaran-ajarannya – menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hubungan dengan Allah SWT hingga hubungan dengan sesama manusia.
4. Mengajarkan dan mendakwahkannya – menyebarkan pesan kebaikan dari Al-Qur’an kepada orang lain dengan cara yang hikmah dan penuh kasih sayang.
Dalam tausiyahnya, Zainuddin juga menekankan bahwa Allah SWT akan muliakan segala sesuatu yang berkaitan dengan Al-Qur’an. Rasulullah Muhammad ﷺ menjadi manusia paling mulia karena menerima wahyu Al-Qur’an.
Malaikat Jibril menjadi malaikat paling mulia karena menjadi pembawa wahyu tersebut, dan para sahabat menjadi generasi terbaik karena menyaksikan turunnya Al-Qur’an serta mengamalkannya dengan ikhlas.
“Kota Makkah dan Madinah juga menjadi tempat yang mulia karena di sanalah Al-Qur’an diturunkan dan disebarkan. Demikian pula kita sebagai umatnya – Allah telah memuliakan kita dengan hadirat Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi seluruh manusia,” tambahnya.
Pada akhir tausiyah, ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga hubungan erat dengan Al-Qur’an, mulai dari membaca, memahami, mengamalkan, hingga menyebarkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat. (*)











