BeritaDAERAHEKONOMINTBPENDIDIKAN

Belajar di Bawah Ancaman: Atap Rusak dan Teras Rapuh, SDN 4 Danger Menanti Dikbud Lotim Turun Buat Konten Segera Di Rehap

38
×

Belajar di Bawah Ancaman: Atap Rusak dan Teras Rapuh, SDN 4 Danger Menanti Dikbud Lotim Turun Buat Konten Segera Di Rehap

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR– Kondisi bangunan di SDN 4 Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, kian memprihatinkan. Tiga ruang kelas yang telah berdiri sejak 1982 dilaporkan mengalami kerusakan berat dan hingga kini belum pernah mendapatkan renovasi menyeluruh dari pemerintah.

 

Kerusakan paling mencolok terlihat pada bagian atap dan teras. Sejumlah genteng pecah dan hancur, menyebabkan air hujan masuk dan menggenangi ruang kelas saat musim penghujan. 

 

 

Situasi ini mengganggu proses belajar mengajar sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan guru.

 

Selain itu, tiang penyangga teras dilaporkan sudah tidak ada, membuat bagian depan bangunan tampak rapuh dan berpotensi ambruk, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

 

Seorang guru yang ditemui di lingkungan sekolah mengungkapkan bahwa bangunan tersebut hampir tidak pernah mendapat perbaikan berarti selama puluhan tahun.

“Sejak tahun 1982 tiga ruangan ini tidak pernah diperbaiki total. Hanya tambal sulam genteng yang rusak saja,” ujarnya.

 

Kepala SDN 4 Danger, Ahyar, S.Pd., berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Ia menilai kondisi bangunan sudah mendesak untuk segera ditangani karena menyangkut keselamatan peserta didik.

 

 

“Kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Kalau belum bisa renovasi total, setidaknya bagian atap diperbaiki terlebih dahulu karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” kata Ahyar.

 

Selain kerusakan fisik, lokasi sekolah yang berada di pinggir jalan raya utama Paok Motong–Masbagik–Bilasundung turut menjadi perhatian. Posisi yang langsung berhadapan dengan arus lalu lintas meningkatkan risiko keselamatan siswa.

 

Saat ini, SDN 4 Danger menampung hampir 500 siswa yang terbagi dalam 18 rombongan belajar. Dengan jumlah siswa yang besar dan lahan sekolah yang relatif sempit, kondisi tersebut dinilai semakin meningkatkan potensi risiko serta mengurangi kenyamanan dalam kegiatan belajar.

 

Para guru berharap pemerintah segera melakukan peninjauan langsung agar kerusakan dapat ditangani sebelum menimbulkan dampak lebih besar. Terlebih saat musim hujan, aktivitas belajar sering terganggu akibat air yang masuk ke dalam kelas serta kondisi bangunan yang semakin rapuh.

 

Warga sekolah kini hanya bisa menunggu langkah cepat dan konkret dari pemerintah untuk memperbaiki fasilitas pendidikan tersebut, agar siswa dapat belajar dengan aman dan layak di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *