BeritaDAERAHNTB

Plakat Tanpa Uang Pembinaan dan Piagam! Konser Meriah di Taman Tugu, Juara Lomba Protes: “Bawa Siswa Butuh BBM dan Makan”

118
×

Plakat Tanpa Uang Pembinaan dan Piagam! Konser Meriah di Taman Tugu, Juara Lomba Protes: “Bawa Siswa Butuh BBM dan Makan”

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Gemerlap hiburan malam di kawasan Taman Tugu Lombok Timur, Minggu (30/8/2026), menjadi perhatian di tengah sorotan terhadap rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Lombok Timur.

 

Saat masyarakat disuguhkan hiburan dan konser, persoalan justru mencuat dari panggung pembagian hadiah perlombaan. Sejumlah peserta yang berhasil meraih juara disebut kecewa karena hadiah yang diterima hanya berupa plakat, tanpa uang pembinaan dan bahkan tanpa piagam penghargaan.

 

Kekecewaan tersebut disampaikan secara terbuka oleh seorang guru yang mewakili sekolahnya saat menerima hadiah.

 

 

 Ia bahkan melontarkan protes kepada panitia dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lombok Timur di atas panggung.

 

Menurutnya, keikutsertaan siswa dalam perlombaan tidak terlepas dari berbagai biaya yang harus ditanggung sekolah maupun peserta.

 

“Bawa siswa ikut lomba butuh BBM dan biaya makan minum,” ungkap guru tersebut.

 

Ia mempertanyakan bentuk penghargaan yang diberikan kepada para juara. Menurutnya, peserta telah meluangkan waktu, tenaga, serta mengeluarkan biaya untuk mengikuti perlombaan, sehingga penghargaan yang lebih layak dinilai penting sebagai bentuk apresiasi.

 

Situasi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai skala prioritas dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan perayaan.

 

Di satu sisi, pemerintah daerah menghadirkan hiburan yang meriah untuk masyarakat. Di sisi lain, peserta yang telah mengikuti perlombaan justru mempertanyakan minimnya penghargaan yang mereka terima.

 

“Rakyat senang malam ini, tetapi bagaimana dengan mereka yang sudah berjuang menjadi juara?”Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari sorotan publik terhadap pelaksanaan kegiatan.

 

Persoalan ini bukan semata mengenai nominal hadiah. Lebih jauh, publik mempertanyakan bagaimana perencanaan kegiatan dilakukan, termasuk bentuk apresiasi terhadap peserta, khususnya pelajar dan sekolah yang telah ikut menyukseskan rangkaian perayaan.

 

Jika memang tidak tersedia anggaran uang pembinaan maupun piagam, publik tentu berhak mengetahui apa alasan dan dasar kebijakan tersebut.

 

Begitu pula dengan penyelenggaraan hiburan, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang transparan mengenai sumber pembiayaan dan besaran anggaran yang digunakan, terlebih ketika pada saat yang sama muncul keluhan dari para peserta perlombaan.

 

Hingga berita ini ditulis, pihak Dispora Lombok Timur maupun panitia penyelenggara belum memberikan penjelasan resmi terkait keluhan peserta mengenai hadiah berupa plakat tanpa uang pembinaan dan piagam.

 

Sorotan publik kini mengarah pada satu hal: apakah semarak perayaan sudah berjalan seimbang dengan penghargaan terhadap mereka yang ikut berprestasi dan menyukseskan kegiatan?(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *