BeritaDAERAHHUKRIMNTB

AIDA NTB Minta BGN dan Aparat Turun Tangan, Polemik SPPG Suralaga 1 Lombok Timur Memanas

31
×

AIDA NTB Minta BGN dan Aparat Turun Tangan, Polemik SPPG Suralaga 1 Lombok Timur Memanas

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Aliansi Indonesia Damai (AIDA) NTB bersama ratusan masyarakat Kecamatan Suralaga berencana menggelar aksi demonstrasi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Timur Suralaga 1, Dusun Kepah, Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.

 

Rencana aksi tersebut mencuat menyusul sejumlah dugaan persoalan dalam pengelolaan dapur SPPG, mulai dari dugaan intimidasi terhadap karyawan, persoalan pemberhentian tenaga kerja, hingga dugaan pengurangan bahan baku makanan.

 

AIDA NTB meminta Badan Gizi Nasional (BGN) bersama aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang mereka soroti.

 

 

 

Ketua AIDA NTB, Abdul Goni, mengatakan pihaknya siap turun aksi untuk mengawal ahli gizi (AG) dan sejumlah karyawan yang menurutnya diduga mengalami intimidasi serta pemberhentian secara tidak hormat.

 

Abdul Goni menyebut, persoalan tersebut menjadi perhatian setelah adanya dugaan tindakan dan pernyataan dari mitra dapur yang dinilai merugikan karyawan.

 

“Kami siap turun aksi mengawal AG dan karyawan yang diduga diintimidasi dan dipecat tidak hormat,” tegas Abdul Goni, Sabtu (12/9/2026).

 

Ia mengungkapkan, ahli gizi yang sebelumnya bertugas di dapur SPPG Suralaga 1 disebut mengundurkan diri karena diduga kerap mendapat ucapan terkait pemecatan serta perkataan yang dinilai tidak pantas dari mitra.

 

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak mitra pengelola dapur SPPG maupun pihak terkait lainnya.

 

 

Selain persoalan ketenagakerjaan, AIDA NTB juga menyoroti dugaan pengurangan bahan baku makanan yang digunakan dalam operasional dapur SPPG.

 

Abdul Goni menyebut sejumlah bahan baku, seperti beras dan daging, diduga tidak seluruhnya digunakan sesuai peruntukannya dan disebut disimpan di salah satu rumah yang dikaitkan dengan keluarga mitra.

 

“Kami menduga ada pengurangan bahan baku seperti beras, daging dan lainnya. Ini perlu diperiksa secara terbuka oleh pihak terkait,” ujarnya.

 

Ia juga mempertanyakan penggunaan kamera pengawas atau CCTV di dapur SPPG yang menurutnya diduga tidak difungsikan secara optimal.

 

Menurut Abdul Goni, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan dengan pengelolaan program pemenuhan gizi yang menggunakan anggaran negara.

 

 

 

AIDA NTB meminta BGN, Kepolisian, dan Kejaksaan Negeri Lombok Timur segera melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dapur SPPG Lombok Timur Suralaga 1.

 

Abdul Goni menegaskan, apabila tidak ada langkah penanganan terhadap berbagai dugaan yang mereka sampaikan, pihaknya bersama masyarakat akan menggelar aksi demonstrasi di dapur tersebut.

 

“Jika BGN, Kepolisian dan Kejaksaan Lombok Timur tidak bertindak menutup SPPG Lombok Timur Suralaga 1 dan tidak memanggil mitra, kami siap turun geruduk dapur tersebut,” tegasnya.

 

Ia berharap pihak berwenang tidak mengabaikan laporan dan keluhan yang muncul, serta segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan pengelolaan dapur berjalan sesuai ketentuan.

 

“Kami berharap kepada pihak terkait agar turun segera menutup dapur tersebut,” tandas Abdul Goni.

 

 

Hingga berita ini di terbitkan, belum terdapat keterangan dari pihak mitra pengelola SPPG Lombok Timur Suralaga 1 terkait dugaan intimidasi, pemberhentian karyawan, pengurangan bahan baku, maupun penggunaan CCTV yang disampaikan AIDA NTB.

 

Rencana aksi demonstrasi minggu depan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi pihak terkait untuk membuka ruang klarifikasi dan pemeriksaan secara transparan, sehingga pengelolaan program pemenuhan gizi di Suralaga tetap berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(Tt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *