TAKALAR

Bupati Daeng Manye Temui Nelayan Galesong di Hari Libur, Keluhan Solar Jadi Sorotan

7
×

Bupati Daeng Manye Temui Nelayan Galesong di Hari Libur, Keluhan Solar Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

TAKALAR, Topikterkini.com – Persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang menghambat aktivitas melaut menjadi salah satu keluhan utama nelayan di Kabupaten Takalar. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, saat menyambangi kampung nelayan di Desa Palalakkang, Kecamatan Galesong, Minggu (20/9/2026).

Kunjungan pada hari libur itu dimanfaatkan Daeng Manye untuk menyapa masyarakat pesisir sekaligus mendengarkan persoalan yang dihadapi nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Bupati didampingi Kepala Bagian Forkopimda Takalar, Amran Torada.

Dialog berlangsung santai di lokasi pembuatan dan perbaikan perahu. Sejumlah nelayan, di antaranya H. Taba dan Hasan Banggu, turut menyampaikan pengalaman serta kendala yang mereka hadapi ketika hendak melaut.

Dalam pertemuan tersebut, persoalan solar menjadi perhatian utama. Keterbatasan akses terhadap BBM dinilai dapat menghambat operasional kapal dan memengaruhi kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

“Terhambat di solarnya. Itu saja, kendalanya solarnya,” ujar seorang nelayan saat menyampaikan keluhannya kepada Bupati.

Selain persoalan BBM, nelayan juga mengungkapkan kendala administrasi dan perizinan kapal yang dinilai membutuhkan waktu cukup lama. Proses tersebut menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian agar kegiatan usaha perikanan dapat berjalan lebih efektif.

Menanggapi aspirasi itu, Daeng Manye menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak Syahbandar untuk membicarakan upaya mempercepat pelayanan administrasi kapal. Ia berharap kendala birokrasi yang dikeluhkan nelayan dapat dicarikan jalan keluar.

“Nanti saya bicara sama Syahbandar. Supaya cepat,” kata Daeng Manye menanggapi keluhan mengenai proses administrasi dan perizinan kapal.

Menurut Daeng Manye, turun langsung ke tengah masyarakat menjadi kesempatan untuk mengetahui persoalan secara lebih dekat. Dengan mendengar langsung keluhan nelayan, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi kebutuhan yang memerlukan koordinasi dengan instansi terkait.

Ia menegaskan, berbagai masukan yang diterima akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan pihak terkait. Harapannya, persoalan yang menghambat aktivitas nelayan dapat ditangani secara bertahap sehingga kegiatan melaut dan perekonomian masyarakat pesisir Takalar semakin lancar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *