NTB

Putra Mahkota “Kusmalahadi Syamsuri” Jadi Pendaftar Kedua Penjaringan Calon Bupati Kabupaten Lombok Utara Dari PKB

119
×

Putra Mahkota “Kusmalahadi Syamsuri” Jadi Pendaftar Kedua Penjaringan Calon Bupati Kabupaten Lombok Utara Dari PKB

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com LOMBOK UTARA (NTB) : Sejumlah  Figur sudah mulai menunjukkan keseriusan untuk bertarung pada kontestasi politik pada Pilkada Lombok Utara 2024 November mendatang. Hal ini terlihat dari mulainya sejumlah figur mendaftar ke partai politik sebagai bentuk keseriusan maju menjadi bakal calon Bupati.

 

Untuk di PKB sendiri, sudah dua bakal calon yang telah mendaftar. Pertama Dr.Muchsin Muhtar yang mendaftar pada Senin (29/4) lalu sebagai bakal calon Bupati. Kemudian pada Rabu (1/5) Kusmalahadi Syamsuri menyusul mendaftarkan diri di PKB sebagai bakal calon Bupati.

 

Proses Pendaftaran Kusmalahadi diiringi gambelan dan sejumlah simpatisan, relawan yang mengantarkan. Kus tiba dikantor DPC PKB sekitar pukul 15.00 WITA untuk menyerahkan berkas pendaftarannya setelah sebelumnya juga mendaftar di Partai Demokrat.

 

Bakal calon Bupati Kusmalahadi menyampaikan dirinya turut mendaftar dalam penjaringan bakal calon sebagai bentuk keseriusan ikut bertarung dalam kontestasi pilkada kedepan.

 

“Seluruh berkas sudah kami lengkapi, harapan kami agar nantinya PKB  merekomendasi saya untuk menjadi calon Bupati yang diusung,” ungkapnya.

 

Putra Kandung H.Djohan Sjamsu ini menerangkan, sebagai putra asli Lombok Utara dirinya ingin berkontribusi lebih banyak. Apa yang dilakukan pemerintahan hari ini jelasnya ingin dilanjutkan apa saja pekerjaan rumah (PR) besar yang belum terlaksana.

 

Sebagai orang yang berada dalam birokrasi, Kus menilai penting untuk menguatkan lobi dan komunikasi ke pusat untuk menguatkan program pembangunan didaerah. Salah satu hal contoh disebut Kus terkait pembangunan jalan nasional saat ini.

 

Kus sendiri mengakui untuk saat ini masih berada dalam lingkup pemerintahan sebagai ASN di pemerintah provinsi. Karier ASN nya sendiri masih sangat panjang yakni 11 tahun baru menempuh masa pensiun.

 

proses tersebut hingga ke pusat.

 

“Karena yang mengeluarkan rekomendasi DPP nanti,” ungkapnya.

 

Adanya isu terkait pecahnya internal DPC PKB, ditegaskan Ada Malik, PKB tetap satu komando dibawah pimpinan H.Djohan Sjamsu. Sehingga tidak ada perpecahan terkait dengan pandangan-pandangan internal pengurus DPC. (TT-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *