Telan Anggaran Puluhan Miliar, Pasar Rakyat Boyong Jeneponto Tak Difungsikan.

oleh -

Laporan Jurnalis Jeneponto: Samsir HR

TOPIKterkini.com, JENEPONTO – Pasar Rakyat Boyong, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menjadi Polimik sengit di tempat umum bagi sejumlah khalayak.

Pasar Rakyat Boyong, yang dibangun sejak Januari 2013 lalu, yang menelan pulahan miliar rupiah, hingga saat ini hanya menjadi lahan tidur saja dan menjadi pandangan wisata lantaran tidak difungsikan oleh masyarakat Jeneponto.

Sebelumnya pembangunan Pasar Rakyat Boyong, merupakan revitalisasi yang rencananya diperuntukkan untuk pembangunan rehab Pasar Lama Tradisional Tamanroya, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, namun dialih fungsilan ke Boyong sebagai bangunan baru “Pasar Rakyat Boyong” Kelurahan Tonrokaasi Timur.

Salah seorang anggota Forum Pasar Tamanroya. Ubas, yang didampingi daeng Ngemba, menuturkan bahwa Pasar Rakyat Boyong, sumber anggarannya dari APBN dan APBD yang menelan pusaran Rp 19,5 M. Namun tak difungsikan sampai saat ini sejak dibangun Januari 2013 silam.

“Tahap awal anggaran bersumber dari APBD untuk timbunan senilai Rp. 2 miliar dan anggaran APBN 2013 untuk bangunan sebesar Rp. 7,5 miliar, kemudian dikuncurkan lagi tahap ke dua dari APBN tahun 2015 lalu sebesar Rp 10 Miliar,” sebutnya.

Menurut Ubas, Pasar Rakyat Boyong, sangat memperhatinkan sudah banyak fasilitasnya yang dicuri orang. Bahkan bangunannya juga sudah banyak yang runtuh serta ditumbuhi rumput dan rayap.

Tak hanya itu kata dia, Pasar tersebut, yang kian tak terurus lagi menjadi tempat mesum oleh sejumlah anak-anak remaja. “Kami sangat menyayangkan pasar itu, anggarannya yang begitu besar tapi tidak ada asas manfaatnya ke masyarakat,” ucapnya

Ubas menambahkan, dari perencanaan awal sudah salah. Semestinya pembangunan pasar tersebut adalah revitalisasi pasar untuk pembangunan Pasar Lama Tamanroya, akan tetapi dialih fungsikan ke Pasar Rakyat Boyong untuk bangunan baru, terangnya.

Loading...