Diduga Serobot Lahan dan Merugikan Warga, PT. AMI Akan dilaporkan Ke Mabes Polri

oleh -

Laporan Jurnalis Sultra : Darman

TOPIKterkini.com, Kendari — Lahan warga Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga telah diserobot oleh perusahaan tambang PT. Akar Mas Internasional (AMI). Akibatnya, warga setempat menjadi resah atas ulah perusahaan.

Kapitan Sultra, Asrul Rahmani

Hal ini, di ungkapkan oleh Ketua Lembaga Kapitan Sultra, Asrul Rahmani kepada TOPIKterkini.com, Rabu (10/4/19), ia mengatakan penyerobotan lahan warga telah dilakukan sejak tahun 2018 hingga sekarang ini. “Penyerobotan dilakukan PT. Akar Mas Internasional yang mengakibatkan lahan milik warga mengalami kerugian,” ujar Asrul

“Kehadiran perusahaan tambang ore nickel PT. Akar Mas Internasional (AMI) melalui join operasional PT. Cahaya Mineral Sukses (CMS) yang terletak di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, SulawesiTenggara (Sultra), terkesan tidak patuh aturan dan diduga melaksanakan aktifitas ilegal”

Dirinya menerangkan, aktifitas penambangan PT. Akar Mas Internasional dinilai tidak memberikan asas manfaat terhadap warga setempat dan meresahkan warga sebab perusahaan tersebut telah menyerobot lahan miliknya. terang Asrul

“Aktifitas PT. AMI, diketahui masuk dalam Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT), namun diduga tidak mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH),”

Selain itu, kata Asrul, PT. AMI juga belum mempunyai izin penampungan bahan bakar minyak (BBM), safety, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta limbah B3.

Sementara itu, pengangkutan ore nickel oleh PT. AMI telah menggunakan jalan provinsi dengan melewati dua desa yakni Desa Hakatutobu dan Tambea menuju ke Jetty (pelabuhan) yang mengakibatkan warga sekitar resah dan nyawa pengguna jalan jadi terancam. ujar Asrul

“Sedangkan Pelabuhan (Jetty) milik perusahaan PT. Akar Mas Internasional, diduga belum mempunyai kajian Lingkungan dan AMDAL tetapi pelabuhan tersebut telah difungsikan selama ini” pungkas Asrul

Olehnya itu, Kami dari Lembaga Kapitan Sultra, akan melaporkan persoalan ini ke Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait aktifitas dan status PT. Akar Mas Internasional. tutup Ketua Kapitan Sultra, Asrul Rahmani

Loading...