Puncak Harganas ke- 26, Ribuan Bikers Meriahkan Sepeda Santai

oleh -
Sekprov Serahkan Piagam

Laporan : AM Dg Nappa

Abdul Hayat Gani,M.Si.: “Saya mengajak kita semua, bagaimana kita hadirkan ketahanan keluarga, jangan terlalu memikirkan ketahanan nasional tanpa memikirkan ketahanan keluarga”

TOPIKterkini.com—Makassar—Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2019 ke 26, Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan Sepeda santai. Peringatan Harganas yang mengusung tema “Hari Keluarga, Hari Kita Semua. Cinta Terencana, Cinta Kita Semua”.berlangsung di Lapangan Karebosi, Makassar Minggu 30/6.

 

Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani melepas ribuan bikers yang datang dari daerah Kabupaten/Kota se-Sulsel yang mengambil start di depan Kantor Bank Indonesia Jln. Jend. Sudirman. Turut melepas Pj. Walikota Makassar Iqbal Suhaeb dan Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Dwi Listyawardani

 

Sejumlah Pejabat turut serta menggowes sepeda, Anggota DPR RI, Aliyah Mustika Ilham, Bupati Wajo, Amran Mahmud, Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak, dan Penasihat PaninBank, Andi Herry Iskandar.

 

Sekprov Sulsel, mengapresiasi dan berterimakasih atas terlaksananya peringatan Harganas ditingkat provinsi Sulsel yang berlangsung meriah. Dirinya yang mewakili Gubernur menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur yang sedianya akan hadir, namun masih dalam perjalanan kembali ke Tanah Air.

 

Mengawali sambutannya Abdul Hayat menyebut Harganas adalah hari kita semua dimulai bagaimana kita memperkuat keluarga, menjadikan Kabupaten kuat, Provinsi Kuat Indonesia kuat, Indonesia hebat, sebutnya.

 

Untuk mewujudkan keluaga kuat lanjut Sekprov, kita perkuat rasa cinta dalam keluarga dengan menghadirkan fungsi agama, cinta kasih, fungsi ekonomi, fungsi perlindungan, terutama fungsi sosial, fungsi budaya dengan tetap menjaga kearifan lokal, tegasnya.

 

Dibagian akhir, Hayat mengajak menjadikan moment Harganas ini mengajak para orang tua untuk membangun komitmen ketahanan keluarga dan tidak hanya memikirkan ketahanan nasional. “Saya mengajak kita semua, bagaimana kita hadirkan ketahanan keluarga, jangan terlalu memikirkan ketahanan nasional tanpa memikirkan ketahanan keluarga”katanya. Dan menjadikan Harganas bukan hari seremonial, melainkan dapat memetik makna yang esensi kepada semua, sehingga pembangunan dapat menjadi terkendali, pungkasnya. (Ar)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *