oleh

Satgas Ops Bina Karuna Kapuas Polres Sekadau Kunjungi Posko Satgas Karhutla di Sungai Kunyit

TOPIKterkini.com, SekadauTim Satgas Operasi Bina Karuna Kapuas 2019 Polres Sekadau yang dipimpin Kasubag Humas AKP M. Haerul Saleh didampingi Kasat Samapta IPTU Kamto dan Kasat Binmas IPTU Masdar mengunjungi Posko Satgas Karhutla di desa Sungai Kunyit kecamatan Sekadau Hilir.

Lokasi Pos Satgas Karhutla ini berada di samping kantor desa Sungai Kunyit kecamatan Sekadau Hilir Jl. Sanggau, Senin (5/8/2019) pukul 10.30 WIB.

Total personel yang terlibat sebanyak 14 gabungan terdiri dari 9 personel TNI, 2 personel Polri, 1 personel BPBD dan 2 orang masyarakat dari desa Sungai Kunyit.

Kasubag Humas Polres Sekadau AKP M. Haerul Saleh menyampaikan, agar membuat laporan hasil pelaksanaan tugas anggota Posko Satgas Karhutla pada saat berpatroli ke desa dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Anggota Satgas Karhutla disini merupakan gabungan, diharapkan agar bersinergi dan bekerjasama dalam pelaksanaan tugas,” harap Kasubag Humas AKP Haerul.

Karena Operasi Karhutla ini mengedepankan pencegahan, lanjutnya, agar anggota Posko Satgas Karhutla menyarankan kepada masyarakat yang akan melakukan pembakaran lahan untuk membawa alat pemadam.

“Disamping untuk keselamatan bagi masyarakat sendiri, juga sebagai tindakan antisipasi api tidak menyebar luas,” imbaunya.

Sementara itu Kasat Binmas Polres Sekadau IPTU Masdar menjelaskan, tujuan Tim Satgas Operasi Bina Karuna Polres Sekadau disini untuk mengecek situasi Posko Satgas Karhutla di desa Sungai Kunyit sekaligus menjalin silaturahmi.

Ia mengatakan, pada prinsipnya keberadaan Posko Karhutla di desa Sungai Kunyit merupakan pendampingan dari Operasi Bina Karuna Polres Sekadau.

Yang membedakan hanya dari Posko Satgas Karhutla diterjunkan oleh pemerintah pusat, sedangkan untuk Ops Bina Karuna dari Polri. Meskipun berbeda namun dalam pelaksanaan tugas adalah sama sama mencegah karhutla.

Pos Satgas Karhutla tidak mutlak dilakukan di desa Sungai Kunyit saja namun bisa juga dilaksanakan di wilayah kecamatan lain yakni di kecamatan Sekadau Hulu, Nanga Taman dan Nanga Mahap jika diperlukan penebalan personel.

Terkait keberhasilan operasi, disampaikan agar anggota Posko Karhutla mendatakan warga masyarakat di desa Sungai Kunyit yang akan melakukan pembakaran lahan.

Kemudian membuat surat pernyataan bahwa lahan yang dibakar memang benar dipergunakan untuk bercocok tanam. Hal ini juga sesuai dengan kearifan lokal mengenai pembakaran lahan yang diperbolehkan maksimal 2 hektar dan untuk bercocok tanam.

“Akan tetapi jika lahan yang dibakar adalah lahan gambut, kearifan lokal tidak diperbolehkan karena melanggar undang-undang dan dapat diproses hukum,” ujar Kasat Binmas IPTU Masdar.

Sedangkan Pj. Kades Sungai Kunyit Kayus mengatakan, terkait dengan pelaksanaan tugas Posko Sungai Kunyit, personel gabungan dari TNI Polri, BPBD dan masyarakat telah melakukan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat di setiap dusun yang berada di desa Sungai Kunyit.

Berikutnya akan dijadwalkan dari Posko Satgas Karhutla Sungai Kunyit untuk mendatakan lahan milik masyarakat yang akan dibakar. Sehingga intensitas titik api dapat diminimalisir dengan baik.

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed