oleh

Lakukan Kordinasi dengan Pemerintah Setempat, Wabub Irwan Pantau Warga Luwu Timur di Wamena

TOPIKTERKINI.COM – LUWU TIMUR : Pasca kisruh yang terjadi di Wamena, Papua, dikabarkan sekitar 65 orang warga Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, masih tertahan.

Ke 65 orang tersebut terdiri dari, 52 orang warga Desa Mabungka, Desa Wonorejo 4 orang, Margolembo 2 orang, Koroncia 3 orang, Wotu 1 orang dan Taripa 3 orang.

Informasi yang dihimpun, saat ini mereka telah mengamankan diri disala satu rumah warga di Kompleks Asrama Polisi Militer, Kabupaten Wamena.

Diketahui, pemilik rumah tersebut juga berasal dari Desa Wonorejo, Kabupaten Luwu Timur bernama Adjeng Ismawati.

Adjeng Ismawati berada di Wamena lantaran mengikuti suaminya yang saat ini bertugas sebagai Polisi Militer.

Meskipun terasa aman ditempat tersebut, tentu para pengungsi masih merasa khawatir dan trauma lantaran Wamena belum kondusif. Ketakutan dan horor saat kerusuhan masih membekas.

Tidak ingin warganya dalam bahaya, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam terus memantau kondisi mereka saat ini di wilayah Wamena.

Menurut Irwan, bahwa dirinya telah berkordinasi pemerintah Kabupaten Wamena dan pemilik rumah yang mereka tempati di Asrama Polisi Militer.

“Saya sudah koordinasi dengan pemerintah setempat dan pemilik rumah yang mereka tempati,” ungkap Wabup Irwan kepada InputRakyat.co.id, Kamis (03/10/19).

Alhamdulillah mereka sudah ditangani pemerintah Wamena dengan memberikan makanan serta obat-obatan, karena sebagian kondisi pengungsi sudah mulai terserang diare dan lain-lain.

“Saya akan pantau terus kondisi mereka sampai tiba di kampung halamannya. Dan informasi yang saya terima, bahwasanya sebagian pengungsi sudah menuju ke Bandara untuk kembali ke Makassar dengan menggunakan Pesawat Hercules,” ucapnya.

“Mari kita mendoakan agar Wamena kembali kondusif, khususnya warga kita disana semua kembali ke kampung halaman dalam keadaan sehat wal afiat,” imbuhnya.

Laporan: Karjo

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed