oleh

Deklarasi Kebangsaan IAIN Kendari dalam Rangka Merawat Moderasi Ke-Bhinekaan

TOPIKTERKINI.COM – KENDARI: Dialog kebangsaan dalam rangka merawat moderasi dalam Ke-Bhinekaan dengan tema “Deradikalisasi Menuju Moderasi Kehidupan Sultra Dalam Merawat Ke-Bhinekaan” telah diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 17 Desember 2019 Pukul 07.30 Wita

Bertempat di aula gedung perpustakaan Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Kendari, Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan ( SEMA – FATIK ) sebagai panitia kegiatan tersebut bersamaForum Dialog Kebangsaan, dengan dihadiri kurang lebih 150 orang peserta.

Ketua panitia dalam hal ini Muh. Rifky Syaiful Rasyid mengatakan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang direncanakan oleh pengurus SEMA – FATIK selama beberapa minggu yang lalu, menurutnya kegiatan ini sangat penting diadakan disebabkan di lingkup Sulawesi Tenggara dan juga dalam skala IAIN sendiri sudah begitu banyak remajanya yang telah terpapar paham radikalisme, bukan hanya terpapar saja, tetapi juga ikut menyebarkan paham tersebut, maka dengan itu harapan saya selaku panitia dengan berlangsungnya kegiatan ini bisa kemudian memahamkan kepada remaja-remaja yang hari ini sudah terpapar paham radikalisme itu.

Menurut ketua umum SEMA FATIK dalam hal ini Buyung Muh. Rantau, kegiatan ini sangat penting adanya disebabkan kalangan remaja hari ini dengan secepat itu bisa terpapar pemahaman – pemahaman ekstrim seperti itu tanpa bertanya kepada orang yang lebih paham terkait permasalahnnya, untuk itu kami selaku pengurus SEMA FATIK mengadakan kegiatan ini dengan tujuan mengajak mahasiswa untuk keluar dari pemahaman ekstrim itu.

Dekan FATIK dalam hal ini Dr. Abbas, M.A mengatakan SEMA FATIK adalah lembaga kemahasiswaan yang selama ini sering membuat forum – forum seperti ini guna menyadarkan pemuda tentang bagaimana merawat ke-bhinekaan, ditambah lagi kemarin juga membuat dialog pemuda yang bertemakan Peran Pemuda Dalam Sumpah Pemuda, maka perlu kita mengapresiasi SEMA FATIK atas beberapa sumbangsinya selama ini yang bergerak untuk menangkal pemahaman radikalisme, katanya.

Laporan: Endran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed