oleh

Diduga Ilegal, Tambang Galian C di Bontokadatto Polsel Mulai Dikeluhkan Warga

TOPIKterkini.com – Takalar: Aktivitas penambangan tanah atau galian C yang diduga tak berizin alias ilegal, yang berlokasi di lingkungan Bantinoto kelurahan Bontokadatto kecamatan polongbangkeng selatan (polsel) kabupaten Takalar ini, mulai dikeluhkan warga dan para pengguna jalan, Jumat (20/12/2019).

Keluhan warga bukan tanpa alasan, karena selain lokasi tambang yang jaraknya hanya kurang lebih 50 meter dari pemukiman warga, juga akan berdampak pada rusaknya lingkungan karena berada dilahan produktif. Selain itu, hal tersebut juga dikeluhkan pengguna jalan lantaran antrean kendaraan besar pengangkut tanah yang parkir di pinggir jalan hingga tanah yang berserakan di jalan.

Diduga Ilegal, Tambang Galian C di Bontokadatto Polsel Mulai Dikeluhkan WargaMenurut salah seorang sumber yang tidak ingin namanya disebutkan, kepada Topikterkini.com menyampaikan, bahwa aktivitas penambangan itu sudah berjalan kurang lebih 1 minggu dan diduga tidak memiliki izin.

“Adami mungkin kurang lebih 1 minggu beroperasi itu dan diduga tidak memiliki izin, kami juga khawatir jika sewaktu-waktu tanahnya longsor karena lokasinya yang berada dekat dengan rumah warga, apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan,” tutur salah seorang warga dengan logat makassar.

“Kami berharap agar pihak pemda Takalar ataupun dari kepolisian agar turun menertibkan dan menutup aktivitas tambang yang tidak memiliki izin,” harapnya.

Diketahui pemilik lahan atau lokasi yang sementara ditambang itu adalah warga setempat atas nama Dg Gasa, sementara pihak penambang atas nama Dg Mangka.

Menyikapi hal tersebut, kepala kelurahan Bontokadatto Jamaluddin, S.Sos mengatakan, pihaknya tidak pernah menerima laporan terkait adanya aktivitas penambangan yang ada diwilayahnya.

“Tidak pernah ada yang datang ke kantor melapor terkait izin penambangan, padahal seharusnya aktivitas seperti tambang itu minimal melalui dan juga diketahui pemerintah setempat. Jangan ketika ada masalah saja baru melapor ke kantor,” ucapnya.

BACA JUGA: Tentara Thailand ‘menyesal’ membunuh tiga warga sipil Muslim yang sedang cari makan di hutan

Sementara itu, dari pantauan awak media dilokasi, tampak satu buah alat berat (excavator) yang sedang beroperasi serta beberapa mobil dump truk yang sedang antre untuk di isi material.

(Ak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed