oleh

Gubernur Sulsel Kunjungi Rumah Warga Terdampak Abrasi, Kepala BPBD Takalar Sampaikan Ini

TOPIKterkini.com – Takalar: Kejadian bencana alam abrasi pantai dan gelombang pasang air laut sepanjang pantai Galesong di Wilayah Kabupaten Takalar sejak satu bulan terakhir, mengakibatkan 9 (Sembilan) Desa/Kelurahan dalam 4 (Empat) Kecamatan terdampak yakni Kecamatan Galesong, Kecamatan Galesong Selatan, Kecamatan Galesong Utara dan Kecamatan Sanrobone.

Akibatnya, pada selasa (7/1/2020) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah dengan didampingi Bupati Takalar bersama OPD, Ketua dan anggota DPRD Takalar, mengunjungi langsung lokasi dan rumah warga yang ambruk akibat abrasi gelombang air laut.

Gubernur Sulsel menyampaikan, pihaknya bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Kementerian PUPR, telah mendesain pembangunan tanggul penahan gelombang air laut dan sebagai langkah darurat, secepatnya pemerintah akan mengadakan bronjong.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Takalar H.M Nasir Rahman kepada Topikterkini.com menyampaikan, upaya penanganan yang telah dilakukan Pemerintah Daerah dalam hal ini BPBD Kab. Takalar, telah melakukan penyaluran Karung kepada Desa/Kelurahan sebagai upaya untuk mengurangi dampak bencana abrasi serta menghambat laju gelombang pasang air laut, Rabu (8/1/2020).

“Kami sudah melakukan Koordinasi dengan Instansi teknis terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR PMI TNI/POLRI, PDAM Kabupaten Takalar, dalam upaya penanganan bencana alam abrasi pantai dan gelombang pasang air laut berdasarkan tugas pokok dan funsinya masing- masing,” terang H.M Nasir.

“Dari data assement Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kab. Takalar, masyarakat yang terdampak sebanyak 2.060 KK dan 8.112 Jiwa tersebar di 4 (Empat) Kecamatan telah mendapatkan bantuan distribusi karung,” ucap kepala BPBD Takalar.

Nasir menambahkan bahwa, pihaknya akan terus melakukan pemantauan di Desa/Kelurahan yang terdampak abrasi dan gelombang pasang air laut.

Sementara itu, Kebutuhan yang mendesak adalah Bahan Bangunan untuk Kepala Keluarga yang mengalam kerugian berupa rusak beratnya rumah yang ditempati dan rusak ringan, sehingga harus mengungsi ke rumah saudara/keluarga, serta kebutuhan Logistik berupa bahan makanan pokok akibat kehilangan mata pencaharian, rumah dan harta benda iainnya.
(Ak)

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed