oleh

Bupati Butur, Dinilai Terburu Buru dan Amburadul Dalam Mencanangkan Program Serta Kinerjanya

TOPIKterkini.com – Kendari : Program pemerintah Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam memajukan daerah melalui sektor pertanian dan perkebunan adalah hal sangat tidak tepat, hal ini di ungkapkan Asron Putra di Kendari. Kamis (26/03/2020).

Dikatakan Asrun, seharusnya pemerintah Kabupaten Buton Utara tidak terburu buru menandatangani Mou dengan Amerika dan Jerman terkait ekspor beras organik Wakawondu dan Kopra Putih karena hingga saat ini beras Wakawondu serta kopra putih yang dimaksud seakan menjadi misteri dikalangan masyarakat.

Pasalnya, beras organik Wakawondu hingga saat ini tidak jelas lumbung keberadaannya, Sementara kopra putih yang dimaksud diprogramkan saat wabah Covid-19 menyerang dan ini terkesan dilakukan secara terburu-buru. tutur Asron Putra.

Inikan rancu, pernyataan Buton Utara melalui siaran persnya mengatakan “Stok beras aman namun pasokan gula terbatas” yah lebih baik Bupati mengimpor pasokan gula terlebih dahulu dari pada ekspor program yang belum jelas. bebernya.

“Bupati Butur diharapkan dalam hal penanganan Covid-19 ini tidak bermain-main, jika rakyat menjerit pasokan gula yang terbatas sementara gaun ekspor Beras Organik Wakawondu dan Kopra Putih sudah melangit, nantinya akan menjadi catatan buruk bagi pemerintahan saat ini,” tutupnya

Laporan : Tim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed