OPINI

Kentut dan Fenomena Virus Cerutu : Catatan Pinggir Bahtiar Parenrengi

220
×

Kentut dan Fenomena Virus Cerutu : Catatan Pinggir Bahtiar Parenrengi

Sebarkan artikel ini
Kentut dan Fenomena Virus Cerutu
Bahtiar Parenrengi

Kentutlah, tapi jangan meneriaki seseorang dengan sindiran, ettu muala. Karena teriakan ini pernah menjadi masalah yang cukup berat.

Kentutlah, sebab Kentut (flatulensi) bisa saja membuatmu tersenyum. Karena kentut yang berawal dari gerakan peristaltik usus (gerakan usus mencerna makanan menuju anus) itu menjadi gerakan peristaltik “memaksa” isi usus, termasuk gas, agar bergerak ke area dengan tekanan lebih rendah, yakni anus. Gas-gas ini lantas membentuk gelembung udara yang keluar melalui anus.

Plong jadinya. Sebab banyakan orang terlihat lega ketika kentutnya sudah keluar. Sehingga dengan kentut kita bisa mendapat manfaat yang tidak sedikit. Diantaranya,
Mengatasi perut kembung dan menghilangkan nyeri perut.

Ingat, jangan menahan kentutmu karena bisa saja akan membuatmu malu. Jangan menahan kentutmu karena bisa keluar tanpa kau sengaja.

Tetaplah menjaga etika agar orang lain tak menjadi berang. Biarkanlah kentut itu naik strata, tapi tetap menjaga diri untuk menghargai kehadiran orang lain. Sebab tak selamanya kentut itu indah.

Kentut dan Fenomena Virus Ceru

Kentut memang cukup mengganggu, terutama karena bau khas yang dihasilkannya. Bau kentut berasal dari metana dan sulfur, serta dipengaruhi oleh konsumsi makanan tertentu.

Oleh sebab itu, mari sama-sama menghargai satu sama lain. Kita belajar untuk menghargai setiap perbedaan yang ada.

Kita belajar untuk saling menerima perbedaan dan masukan di antara sesama. Jangan hanya mau menang sendiri. Jangan bersifat egois dalam segala hal.

Sebab, belum tentu apa yang kita yakini benar, itu benar. Bisa jadi sebaliknya. Justru orang lain lah yang benar dan kitalah yang salah.

Mari saling menghargai. Ini jauh lebih baik dan lebih berguna daripada kita saling bermusuhan satu sama lain. Ingat perbedaan adalah sebuah keniscayaan dan berbeda pendapat adalah hikmah.

Kentut dan Fenomena Virus Cerutu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *