oleh

Pertanggal 25 April 2020;Sebanyak 2.231 Pemudik Masuk Ke Jeneponto.

TOPIKTERKINI.COM-JENEPONTO – Mudik merupakan salah satu tindakan yang dilarang oleh pemerintah pusat dalam rangka memutus penyebaran Covid-19. Melalui beberapa kementerian terkait, pemerintah pusat memberikan intervensi agar masyarakat tidak melakukan mudik, mulai dari himbauan sampai pada intervensi terhadap dimoda transportasi yang biasa digunakan pemudik.

Namun kebijakan pemerintah pusat untuk tidak mudik tersebut tidak serta merta diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Di Kabupaten Jeneponto sendiri pertanggal 25/04/2020 data warga pendatang yang masuk ke Jeneponto sebanyak 2.231 orang. Khusus perhari ini pihak otoritas mencatat ada sebanyak 140 orang pendatang yang memasuki Kabupaten Jeneponto.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Daerah  Kabupaten Jeneponto Mustaufiq membenarkan jumlah data yang terpantau tersebut.

“Rekapitulasi data warga pendatang untuk wilayah Kabupaten Jeneponto sampai hari ini sabtu 25/04/2020 sebanyak 2.231 orang, khusus untuk hari ini ada penambahan sebanyak 140 orang”, terang Mustaufiq yang juga merupakan Jubir Tin Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Jeneponto.

Mustaufiqpun menghimbau  kepada warga Jeneponto yang ada diberbagai daerah utamanya yang berada dalam zona merah agar untuk saat ini menunda melakukan mudik ke Jeneponto dengan pertimbangan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Menghimbau kepada masyarakat Jeneponto yang berada diluar daerah untuk menunda melakukan mudik khususnya bagi mereka yang berasal dari wilayah dengan status zona merah, sampai kondisi ini betul-betul stabil” tegasnya.

Ajakan untuk bersolidaritas melakukan aksi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tidak lupa juga disampaikan oleh Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Jeneponto.

“Mari bersama-sama mengikuti himbauan pemerintah, tetap berdiam diri di rumah, menggunakan masker saat sedang berada di luar ruangan dan tetap tenang,” tutupnya.(*) 

Komentar

News Feed