oleh

Tuntut Pasar Sino di Fungsikan, GMNI Kembali Gelar Unras

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Bantaeng, kembali melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati, Selasa 8/9/2020.

Mahasiswa yang tergabung dalam GMNI ini, menuntut janji Kepala dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Andi Meyriani agar mengedepankan transparansi proses pembangunan pasar Sino dikelurahan Tanah Loe, Kecamatan Gantarangkeke seperti yang telah disepakati pada pertemuan sebelumnya (3/8).

“Sesuai janji Kepala Dinas, pada pertemuan bulan Agustus lalu disepakati untuk memfungsikan pasar sino, setelah permasalahan hukum dinyatakan inkrah” kata Jalil.

Menurut Jalil, proses hukum pasar Sino, sudah inkrah makanya kami datang menagih janji Kadis untuk segera memfungsikan pasar Sino, tambah Jalil.

Unjuk rasa yang dilakukan didepan kantor Bupati ini mendapat respon dari pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam hal ini Wakil Bupati Syahabuddin menerima perwakilan Mahasiswa di ruang rapat Asisten 2 Bidang Pembangunan.

Pada pertemuan itu, Syahabuddin didampingi Asisten 2 Syamsul Suli, Kabag Hukum Azwar, Kabid Perdagangan Samson dan Kakan Kesbangpol Anwar Hamido.

Pada kesempatan itu Kadis Kumdag A. Meyriani tidak sempat hadir sehingga kewenangannya diambil alih Wakil Bupati. “Saya sebagai atasan kadis dalam pertemuan ini mengambil alih kewenangan kadis, karena yang bersangkutan tidak sempat hadir menemui adik-adik Mahasiswa” kata Syahabuddin, tapi saya janji setelah ini, saya akan panggil Kadis Koperasi untuk melakukan klarifikasi, tambahnya.

Perwakilan pengunjuk rasa Jalil dan kawan-kawan berkeras untuk tidak melanjutkan pertemuan diruang Asisten tanpa kehadiran Kadis Kumdag dan memilih melanjutkan orasi dijalanan.

Secara terpisah Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Andi Meyriani, yang dihubungi via ponselnya selasa Malam, mengakui tidak dapat menemui pengunjuk rasa karena tengah menghadiri rapat sehingga tak dapat memberi penjelasan terkait unjuk rasa dari GMNI.

Namun Meyriani kepada wartawan mengaku tidak ada janji ataupun kesepakatan yang ditandatangani sebelumnya yang diingkari.

“Semua proses sudah dijalankan secara tranparan”kata Kadis Kumdag. Proses pendaftaran pedagang pasar Sino lanjut Meyri, sudah berproses di kantor Kelurahan Tanah Loe, jelasnya. Hal ini dilakukan juga menghindari prasangka buruk terhadap Dinas Kumdag. “Silahkan kepada warga sekitar pasar yang ingin berdagang di Pasar Sino mendaftarkan diri di Kantor Kelurahan Tanah Loe” tutur Kadis.

Dia juga menjelaskan bahwa proses pemanfaatan pasar pasca keputusan Pengadilan Negeri Bantaeng dan dinyatakan inkrah, pihak Dinas Kumdag dan Kontraktor pelaksana melakukan Finish Hand Over (FHO) atau serah terima pekerjaan dan selanjutnya Bupati menyerahkan kembali ke instansi teknis untuk pemanfaatan pasar tersebut dan sekarang proses pendaftaran pedagangnya sedang berproses dikantor Lurah, papar Meyriani.

“Kita serahkan ke kantor Kelurahan melakukan pendaftaran pedagang, karena dia yang lebih mengenali warganya, pedagang lokal disekitar pasar tetap menjadi prioritas utama” tutup Meyriani.

Laporan: Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed