oleh

Tak Ada Perubahan, Guru Besar Unram Kritik Kepengurusan IKA 

Topikterkini.com Mataram : Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. H.  Zaenal Asikin, ikut berbicara terkait figur calon Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Mataram kedepannya.

Menurut Asikin, figur yang cocok menahkodai IKA Unram harus  memiliki sejumlah kriteria. Diantaranya, mewadahi semua alumni, bersikap pembaharuan, mampu membawa nama baik Unram hingga memiliki jaringan yang cukup luas dari level daerah hingga bisa menembus pintu Istana Negara di Jakarta.

“Intinya, jangan sampai IKA Unram kepengurusannya kayak periode kepemimpinan sekarang ini. Jujur saya malu, masak IKA ini modelnya sama kayak IKA seperti 20 tahun lalu. Yakni, ya gini-gini saja tanpa adanya perubahan apapun yang bisa dibanggakan,” tegasnya pada wartawan, Selasa (25/5/2021), di kediamannya.

Ia menyatakan, kritiknya itu dipicu karena hingga kini kantor Sekretariat IKA Unram, justru tidak mampu diadakan oleh kepengurusan saat ini. Padahal Unram memiliki banyak areal tanah yang bisa dipergunakan untuk menjadi lokasi berdirinya bangunan yang representatif untuk berkumpulnya para alumni di semua fakultas di Unram.

Asikin menyebutkan, lahan di sepanjang Jalan Pendidikan di Kota Mataram, yang notabenenya adalah milik Rektorat Unram, sangat bisa dipergunakan untuk mendirikan bangunan tersebut.

Oleh karena itu, ia menegaskan, kemauan dan rencana kerja sesuai visi dan misi yang sudah dirumuskan dalam sebuah program kerja jelas tidak bisa diaplikasikan oleh para jajaran pengurus IKA Unram.

Padahal, di perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Yakni, UGM telah mampu membuat guest house sendiri dengan biaya para alumninya.

“Nggak sulit sekedar mencari uang Rp 200 juta untuk para alumni setiap bulannya. Ingat, para alumni Unram sudah tersebar di berbagai jenjang profesi. Mulai, ASN, Kepolisian, Kejaksaan, kepala daerah, politisi, pengusaha, akademisi hingga lawyer. Nah, jika itu diberdayakan, kan bisa bangunan Sekretariat IKA Unram itu diwujudkan dengan cepat,” kata dia.

“Saya aja yang hanya butuh dana  Rp 500 juta untuk kepentingan kampus bisa saya lakukan. Itu pun hanya dengan semalam pengumpulan ya. Makanya saya bilang aneh, kok nggak bisa melakukan donasi alumni itu,” sambung Asikin.

Ia mengaku, kemauan dan langkah kerja kepengurusan IKA Unram di periode saat ini, guna mendorong dan membantu civitas akademiknya untuk bisa berkembang di level tertinggi juga tidak bisa dilakukan. Padahal, para tenaga dosen di Unram, justru sudah teruji kemampuan dan profesionalismenya selama ini.

Asikin mencontohkan, temuan Prof. Mulyanto. Salah satunya, alat rapid test Covid-19 sangat dipuji oleh Presiden Joko Widodo

Hanya saja, lanjut dia, keberpihakan para alumni
IKA pada tenaga dosen pengajarnya sama sekali  tidak ada untuk bisa menaikkan level Unram lebih tinggi.

“Wajarlah di status medsos, saya tulis kritikan ketidakmampuan melakukan lobi pengurus IKA Unram membantu Prof. Mulyanto naik kelas. Ya, harusnya jika ada kepedulian, minimal beliau (Prof. Mulyanto) bisa masuk sebagai staf ahli Presiden atau jabatan strategis  lainnya,” ungkapnya.

Terkait kandidat calon Ketua Umum IKA Unram yang sudah mengambil pendaftaran, menurut Asikin, ada empat figur potensial yang layak dikedepankan oleh para alumni yang memiliki hak suara di semua fakultas.

Mereka yakni, H. Faurani (Ketua Kadin NTB), Hj. Baiq Isvie Rupaedah (Ketua DPRD NTB), HL Winengan (mantan Sekretaris PW NU NTB/Kadis Perkim Lobar) dan H. Andy Hadianto (Ketua KONI NTB).

“Empat figur yang telah mendaftar itu sangat layak dengan jaringan mereka masing-masing akan bisa menjadi corong Unram ke dalam Istana Presiden. Jadi, kesempatan ini saya melihat sangat netral  dan layak dipilih, karena memang terbaik ke figurannya.Kalau ketua sekarang, sebaiknya jangan dipilih lagi,” jelasnya.

“Semoga dari hasil Munas IV, akan lahir calon ketua yang hanya bermodalkan telepon dari rumahnya. Tapi perannya untuk mengawal program alumni dan kampus bisa jalan dengan baik,”  sambung Asikin

Dalam kesempatan itu, Ia menyayangkan sikap Ketua IKA Unram periode kali ini yang tidak mampu mendayagunakan peran alumninya di kepengurusannya. Apalagi pada era teknologi, 4.0.

“Jika sampai pengurusnya hanya berfikir 3.0. Itu namanya, kemunduran,” kata Asikin.

Tak Khawatir Dilaporkan
Menyinggung ancaman Sirra Prayuna, selaku Ketua IKA Unram yang mengancam akan melaporkannya ke aparat kepolisian jika tidak menghapus unggahannya terkait kata-kata mencari recehan dan pembela Ahok di sidang PN Jakarta. Sehingga, pihak Rektorat sibuk melakukan klarifikasi ke publik terkait isu agama yang telah menjerat mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Asikin menegaskan dirinya siap datang ke kantor kepolisian guna memenuhi undangan pemanggilan tersebut. Sebab, unggahannya di Facebook pribadinya yang memicu perdebatan tersebut, justru sama sekali tidak menyebutkan nama personilnya.

“Kan di status saya itu nggak pernah saya sebut nama si A maupun si B. Makanya, saya siap datang ke kepolisian jika serius dilaporkan. Jadi, kalau soal mencari recehan kan sudah jelas nggak ada siapapun yang miliarder di Unram, kecuali dua orang di NTB yakni Abah Farid dan Pak Awan,” tandas Asikin.

Menyangkut masa periode kepengurusan IKA Unram kali ini, sejatinya meski belum melihat tata tertib Munas IV IKA Unram, maka kepengurusan Sirra Prayuna selaku Ketua Umum dan Cukup Wibowo selaku Sekretaris IKA Unram, sudah demisioner jika melihat waktu dan tanggalnya.

“Kalau sudah habis masa baktinya, kedudukannya jelas nggak sah. Di sini para pemilik suara dan peserta Munas harus benar-benar melihat secara utuh aturan masa bakti di periodisasi SK itu,” pungkas Asikin.

Terpisah, di Grup WhatsApp IKA Unram Jalan Tengah, juru bicara Panitia Munas IV IKA Unram, Bambang Mei Finarwanto, menyatakan tidak ada demisioner-demisioneran.Sebab, Munas Ika unram tetap jalan sesuai AD/ ART dan PO. “Jadi, yang tidak setuju dan lain-lain, mending buat IKA tandingan saja,” celoteh Bambang dalam diskusi di grup tersebut.

Musyawarah IV Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Mataram bakal dihelat dalam hitungan hari. Forum yang memegang kekuasaan tertinggi organisasi di tingkat pusat yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali ini akan digelar pada 28-30 Mei 2021, di Same Hotel, Kota Mataram.

Tim Liputan: Saeful.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed