oleh

Senyum pemuda lahirkan pancasila di Tanah Turatea

Senyum pemuda lahirkan pancasila di Tanah Turatea

Ketikan tangan jelang hari kelahiran pancasila 1 Juni

Oleh : Mustaufiq

Pidato yang dilakukan oleh Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan) yang mengemukakan konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia adalah momentum sejarah lahirnya pancasila.

Kala itu Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan, Berisikan Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.

Merekalah sosok young (pemuda) bersejarah hadirnya Panca (lima) sila (dasar).

Semangat muda para pendiri bangsa menjadi senyum sumringah seluruh pemuda seantero nusantara.

76 tahun berlalu tapak demi setapak berjalan, langkah tertatih bangsa ini terus bergerak di tengah derasnya rongrongan arus yang ingin menggerus nilai dan konsep literasi pancasila dalam bingkai NKRI.

Lalu apakah nilai luhur pancasila masih hadir di tengah anak bangsa? Lalu dimana pancasila saat ini?, sebuah pertanyaan yang jawabannya abstrak tapi keyakinan menasbihkan bahwa senyum pemuda saat ini disitulah pancasila.

Bahwa pemuda saat ini masih berdiri kokoh dalam jalur berkarya untuk bangsa bukan pada persimpangan jalan yang tak jelas arah dan kompas.

Eksistensi negara harus ada dalam roh dan nadi anak bangsa sebagai penggerak nilai pancasila didalamnya.

Sikap sipakatau (saling memanusiakan) dalam budaya makassar khususnya butta turatea jeneponto sebagai sikap luhur pancasila sebagaimana sila Kemanusiaan yang adil dan beradap, sikap sikatutui ( saling menjaga ) adalah wujud penciptaan nilai persatuan dalam sila ke 3 pancasila, inilah yang harus menjadi pegangan hidup guna mewujudkan nilai pancasila di tanah air indonesia yang terdiri lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa, lebih tepatnya 1.340 suku bangsa di Tanah Air yang menjadi satu kesatuan bingkai negara kesatuan Republik indonesia.

Lalu apakah pemuda saat ini sudah berada pada kutub penerapan nilai pancasila itu sendiri?.

Gerbong kuat dari pemuda saat ini yang menolak lahirnya aliran komunis, lahirnya paham radikal, dan aliran pembangkang atas wilayah teritorial NKRI adalah bentuk nyata bahwa pemuda saat ini adalah pemuda yang komitmen akan pancasila dan garuda sebagai simbolik visualnya serta merah putih harga mati dari sebuah komitmen “Se’re Kana, se’re panggaukang” ( satunya kata dan perbuatan).

Senyum pemuda turatea, adalah simbol komitmen menjadikan pancasila sebagai way of life dalam sebuah negara yang demokratis dan itulah Indonesia. Selamat hari lahir pancasila 1 Juni 2021, salam hangat anak kandung bangsa ini dari butta turatea jeneponto.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed