oleh

Dampak Covid-19 terhadap Pekerja Lepas di Indonesia

Dampak Covid-19 terhadap Pekerja Lepas di Indonesia

Oleh: Nur Afifah Angraeni
(Mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN alauddin Makassar)

Covid-19 membawa banyak perubahan terhadap dunia dan berbagai tantangan yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya. Di Indonesia, sejak kasus pertama diumumkan yaitu pada bulan Maret 2020 lebih dari 1,3 juta orang telah dijangkiti oleh virus ini dan 35.000 orang telah meninggal dunia. Hal ini tentu menghambat kegiatan perekonomian dan juga berdampak pada kesejahteraan sosial.

Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menangani krisis, terutama terhadap masyarakat miskin, dan juga masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah.

Sebanyak 15,6% pekerja mengalami PHK dan 40% pekerja mengalami penurunan pendapatan, diantaranya sebanyak 7% pendapatan buruh turun sampai 50%. Sedangkan dari sisi pengusaha, hasil survei mencatat 39,4% usaha terhenti, sebanyak 57,1% usaha mengalami penurunan produksi, dan 3,5% yang tidak kena dampak.

Dikalangan dunia usaha juga mengalami keterbatasan, dimana sebanyak 41% pengusaha hanya mampu bertahan kurang dari tiga bulan, sebanyak 24% pengusaha mampu bertahan selama 3-6 bulan, 11% mampu bertahan selama 6-12 bulan ke depan, dan 24% mampu bertahan lebih dari 12 bulan.

Dampak covid-19 juga berdampak pada pekerja “serabutan”. Hasil survei menunjukkan sebanyak 55% pekerja bebas pertanian dan non-pertanian tidak ada pekerjaan, dan 38% order berkurang. Dilihat dari pendapatan, sebanyak 58% pekerja bebas tidak memiliki pendapatan selama masa pandemi covid-19.

Dari hasil survei tersebut pengangguran bertambah 25 juta orang, terdiri dari 10 juta pekerja mandiri dan 15 juta pekerja bebas.

Pekerja informal merupakan pekerja yang bisa dikatakan sangat rentan terkena dampak dari covid-19 ini. Dimana banyak kebijakan yang bisa dikatakan merugikan para buruh. Misalnya pemotongan gaji bahkan sampai PHK.

Berbeda dengan para pengusaha yang terdampak namun masih memiliki tabungan simpanan atau pendapatan yang masih mampu menopang kehidupan sehari-hari mereka selama masa pandemi ini.

Tak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut mampu menciptakan adanya ketimpangan antara kelas pengusaha dan kelas buruh tersebut. Hal ini bisa kita rasakan atau dapatkan dilingkungan sekitar kita. Dan hal ini sangat bisa kita rasakan di kota-kota besar di Indonesia.

Dengan keadaan yang seperti ini, pemerintah harusnya lebih bisa membuka mata dan melirik masyarakat bawah. Memberikan perhatian lebih pada mereka. Serta menciptakan kebijakan-kebijakan yang bisa dikatakan pro rakyat miskin. Sehingga dengan kebijakan itu mampu menghilangkan kesenjangan sosial yang terjadi disekitar kita.

Disamping itu, dampak dari pandemi covid-19 ada pula sisi positif yang bisa kita ambil. Salah satu nya ialah kita dipaksa untuk bisa menggunakan teknologi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diakibatkan dari kebijakan pemerintah untuk melakukan baik pekerjaan kantor maupun sekolah dilakukan dirumah atau dengan kata lain work from home atau biasa disingkat dengan WFH. Sehingga mau tidak mau, semua kalangan masyarakat dipaksa untuk bisa menguasai teknologi tersebut.

 

Daftar Pustaka

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Survei Dampak Darurat Virus Corona terhadap Tenaga Kerja Indonesia. http://lipi.go.id/siaranpress/survei-dampak-darurat-virus-corona-terhadap–tenaga-kerja-indonesia/22030

Ruspendi. http://industri.unpam.ac.id/dampak-pandemi-covid-19-terhadap-dunia-usaha-dan-persaingan-tenaga-kerja/

Dampak Covid-19 terhadap Pekerja Lepas di Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed