NTB

Ketua YPTKIS Lotim Bantah Adanya Paspor PMI di Rampas

125
×

Ketua YPTKIS Lotim Bantah Adanya Paspor PMI di Rampas

Sebarkan artikel ini

 

Topikterkini.com.Lombok Timur — Diduga Oknum AS dan rekannya dari Yayasan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Sejahtera ( YPTKIS) rampas Paspor Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) di jalan Terminal Pancor Lombok Timur, di bantah oleh ketua YPTKIS bahwa itu tidak benar.

PMI berasal dari Desa Teros yang hendak pulang ke kampung halaman Memakai Bus, pada saat sampai di terminal Pancor, tiba – tiba dua Oknum As dan rekannya dari YPTKIS menghampiri PMI tersebut dan berhasil mengambil dokumen milik PMI asal Desa Teros Kecamatan Labuan Haji.

Ketua YPTKIS Henli menggatakan, saya belum mendapatkan informasi terkait pengambilan paspor PMI tersebut, Ucap Henli, saat di Konfirmasi melalui Via Telepon, Selasa,17/05/2022.

Helin juga mengatakan, adanya informasi pihak saya di duga merampas paspor PMI di jalan, itu informasi yang tidak benar.

” Mungkin oknum tersebut mengatasnamakan pribadi nya tidak mengatasnamakan Yayasan,nanti saya komunikasi dengan yang di maksud,” Kata, Henli.

” Coba nanti datang kekantor langsung supaya lebih jelas nya,” Jelas, Henli.

” Kami tidak ada wewenang mengambil atau mengamankan dokumen PMI,” Tandasnya.

Menanggapi hal tersebut Kades Teros Kusnadi menjelaskan, saya baru dapat informasi dari masyarakat saya dan informasi ini tidak enak di dengar, Ujar, Patria Kusniadi.

“Awalnya Masyarakat saya berangkat ke Singapura, dan tidak lama bekerja di Singapura, karena ada masalah masyarakat saya ingin pulang dan sempat komunikasi dengan tekong ( Sepongsor) yang memberangkatkan nya, dan pihak tekong mempasilitasi nya pulang ke kampung halaman. Pada saat masyarakat saya pulang memakai Bus, sampainya di terminal Pancor ada dua oknum yang mengaku dari YPTKIS menghampiri nya dan berhasil mengambil Dokumen nya ( Paspor) tanpa ada kejelasan,” Kata, Kusniadi

“Ini dokumen, apa haknya mengambil dokumen pribadi orang, apakah dia Orang Imigrasi atau Disnakertrans,”Ucapnya.

” Keperluan nya untuk apa juga, padahal itu dokumen pribadi orang,” Cetusnya.

” Ini cara yang tidak etis, seharusnya oknum YPTKIS Lotim koordinasi dengan pihak Pemerintah Desa, supaya kami pasilitasi untuk menyelesaikan masalah tersebut,” Tegas, Kusniadi.

“Ini cara premanisme yang tidak cocok di gunakan, mengambil dokumen pribadi orang di jalan. Saya minta kepada pihak terkait Disnakertrans Lotim supaya menindak Oknum yang sudah merampas, menyita Dokumen masyarakat saya,” Tutupnya.

Liputan: RiL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *