oleh

HUT Bhayangkara ke-76, Polres Lestarikan Kearifan Lokal

Topikterkini.com.Lombok Timur —Lestarikan kearifan Lokal khususnya Gendang Beleq. Memeriahkan HUT Bhayangkara ke 76, Polres Lombok Timur menggelar lomba Beleq tingkat Sekolah Dasar (SD) se Lombok Timur,

Menurut Herman, budaya kearifan lokal ini harus dijaga dan terus dilestarikan, jangan sampai punah terpengaruh perkembangan teknologi,

” Kita jangan pernah melupakan apa yang di wariskan para pendahulu, budaya gendang beleq ini harus lestari,” katanya,

karena dirinya melihat generasi muda saat ini, lebih memilih bermain game, budaya lokal terabaikan,

” boleh belajar dan bermain game, tetapi jangan tinggalkan budaya kearifan lokal, budaya kearifan lokal ini harus tetap lestari,” pesannya, seraya mengatakan jumlah peserta lomba Gendang Beleq sebanyak 15 peserta, yang dilaksanakan selama Tiga hari

” Juri Lomba didatangkan dari luar kepolisian, yang paham dan mengerti tentang budaya lokal gendang beleq,” ujarnya. seraya mengatakan selaian menggelar lomba gendang beleq, pihaknya juga menggelar budaya Peresean, yang akan di gelar di Terminal Pancor, mulai Rabu (22/6).

Dalam kesempatan itu juga Kapolres mengajak seluruh masyarakat Lombok Timur untuk selalu menjaga situasi Lombok Timur tetap kondusifip.

” polisi tidak akan bisa bekerja maksimal tanpa peran dan dukungan dari masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu Sekda Lotim HM Juani Taufik mewakili Bupati, disela pembukaan, memberikan apresiasi kepada Polres Lotim, yang ikut membantu melestarikan budaya lokal gendang beleq,dengan cara menggelar lomba, melalui kegiatan memeriahkan HUT Bhayangkara ke 76

” Selama dua tahun lebih, masyarakat kita kesehatan mental terganggu akibat kasus Covid 19, tetapi saat ini secara berangsur angsur dapat di pulihkan,” katanya,

seperti yang dilakukan Polres Lotim mengelar kegiatan lomba budaya kearifan lokal Gendang Beleq, yang sebelumnya kegiatan serupa tidak boleh di gelar,

meski demikian, menurut Taufik, kegiatan lomba seperti ini tetap berjalan, tetapi kewaspadaan tetap dilakukan, dengan mengedepankan protokol covid.

” Kita juga tak menampik, budaya lokal saat ini, anak anak generasi muda saat ini, lebih memilih bermain game dan permainan yang bersifat westernisasi (keberatan) digandungi,” jelasnya.

Dan momentum HUT Bhayangkara ini, Kapolres Lotim mendorong ke sisi warisan budaya kita lomba gendang beleq tingkat SD.

” Lomba ini juga ada dua manfaatnya, yaitu melestarikan kesenian khususnya, dan juga memberikan motivasi, muatan lokal gendang beleq ini dapat di lombakan,” katanya, seraya mengatakan, lomba serupa tidak menutup kemungkinan sekolah sekolah yang memiliki muatan lokal, dapat menggelar kegiatan serupa.

 

Liputan: RiL

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.