TOPIKTERKINI.Com LOMBOK TIMUR— Gaji Honor Darah ( Honda) guru, Honor Pemda Lotim masih banyak tersisa yang belum terbayar sampai dengan tahun 2024.
Gaji honor daerah sebagian banyak nya belum di bayar bahkan ada yang di bayar namun di kenakan potongan dari instansi terkait. Gaji guru sejak januari – Maret tahun 2024 ribuan honor tersebut tidak di berikan gajinya dan bahkan Tunjangan Hari Raya ( THR).
Selain itu juga, pembayaran proyek tahun 2023 belum di bayar sampai tahun 2024 masuk bulan Maret ini tersisa Ratusan milyar belum di bayar. Sebagian Kontraktor kebingungan mengingat proyek yang di kerjakan sudah di selesaikan namun belum juga di bayarankan ntah apa yang menjadi kendala Pemda Lotim.
Pihak kontraktor dan Honor Daerah di lotim mempertanyakan Keuangan Daerah. Mereka menduga dana tersebut sengaja tidak salurkan dan di simpan rapat untuk kepentingan Pejabat.
Tersendatnya keuangan daerah mengakibatkan ekonomi di Lombok Timur semakin sekarat!.
Dilihat dari Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) di Lombok Timur sangat besar namun ntah kemana PAD tersebut di gunakan.
“ Bupati Lombok Timur dan pejabat lain dimana letak hati kalian apakah kalian tidak kasihan melihat kami,” Ujar salah satu guru honorer di Lotim yang datang ke kantor bupati Lotim menagih THR dan gajinya, Senin,01/04/2024.
“ Buka mata hari kalian,” Katanya, sambil berteriak di depan ruang rapat kantor Bupati Lotim.
Ia menyebut, Anak didik saya sudah banyak yang menjadi Polisi, perawat dan dokter saya masih saja menjadi Honorer, gaji juga belum di cairkan.
Diwaktu yang sama salah satu Kontraktor mengatakan, pekerjaan sudah selesai di tahun 2023 sampai saat ini belum di bayar pekerjaan kita yang sudah kita kerjakan, Ujar, MM.
“ Bukan saya sendiri banyak teman pengusaha lainya juga mengeluh karena dana atau modal mereka mandek,” Katanya.
Ia menyebut, memang pekerjaan saya masuk hujat di janjikan paling lambar bulan April samapi sekarang belum di bayar juga bingung kita masalah keuangan daerah saat ini.
“ Saya yakin keuangan daerah di Lombok timur sengaja di simpan tidak di cairkan,” Tegansya.
“ Pejabar di Lotim tidak memikirkan dampak tersebut di kira ekonomi semakin meningkat tidak di carikan dana – dana ini melainkan ekonomi semakin merosot,” Jelasnya.
“ Ini saja kita lihat honorer banyak yang datang ke kantor bupati menagih juga apalagi kami dengan dana yang begitu besar belum tentu di carikan,” Ucapnya.
“ Tidak mungkin Pemda lotim tidak memiliki dana dan saya yakin dana tersbut sengaja di simpan,” Tutupnya.
Liputan; KH











