TOPIKterkini.com – KONSEL | Teka-teki konflik sebagian kecil dari warga lingkar tambang di Desa Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan PT Wijaya Inti Nusantaa (WIN). Pihak perusahaan buka suara soal tudingan melakukan kriminalisasi terhadap warga setempat.
Tidak hanya soal kriminalisasi, perusahaan juga membantah adanya isu pencemaran lingkungan di wilayah operasional PT WIN, hal itu tidak benar, ungkap Kepala Teknik Tambang (KTT) dan Project Manager PT WIN, Muhammad Nuriman Djalani, ST, (30/9/2024).
Isu kriminalisasi, Muhammad Nuriman Djalani menuturkan, bahwa di tahun 2023 lalu ada sekelompok orang yang melakukan aksi secara arogansi dan mencegat aktivitas serta alat yang sedang beroperasi ditindak aksi kekerasan terhadap eksa PT. WIN.
“Aksi mereka, kami mengadukan ke pihak berwajib dan tidak ada tindakan kriminalisasi terhadap warga setempat, karena aktivitas PT WIN mengalami kerugian materi dan waktu,” tutur Nuriman
Dijelaskannya, tindakan massa aksi saat itu menimbulkan kerugian materi karena alat berat yang telah di kontrak oleh PT. WIN tidak beroperasi. “Kerugian PT WIN mencapai miliaran rupiah, alat yang telah di kontrak tidak beroperasi hingga alat tersebut di kembalikan kepada pemilik,” jelas Nuriman.
Sebelumnya, pihak PT. WIN sudah melakukan upaya untuk memberikan ruang kepada pihak pendemo (massa aksi) membahas kepentingan yang di sanggakan kepada PT. WIN
“Upaya kami dalam melakukan tindakan ini, Pihak PT. WIN pernah meminta kepada pemerintah Desa dan Pemda Konsel untuk mempertemukan agar permintaan massa aksi bisa selaras dengan program-program PT. Win yang akan di turunkan di masyarakat,” ujarnya
Lebih lanjut, berbagai upaya yang kami sudah lakukan, bahkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konsel dari pihak massa aksi tidak mengindahkan.
“Upaya untuk bertemu sudah di lakukan, perwakilan massa aksi tidak hadir, adapun hadir selalu keluar tanpa memberikan upaya damai,” terang Nuriman
Terkait isu pencemaran lingkungan akibat aktivitas tambang. Nuriman dengan tegas membantah air bersih tercemar. Menurutnya, air itu keruh dikarenakan adanya proses pekerjaan memperluas penampungan air bersih karena permintaan pemerintah desa dan warga setempat
“Air keruh itu dikarenakan adanya proses perluasan penampungan air bersih dan sekarang air tersebut sudah jernih serta sudah dinikmati oleh warga setempat,” ungkapnya.
Selain itu, pihak PT WIN terus berupaya membantu masyarakat lingkar tambang melalui program ketersediaan sumur bor dan air tandon di setiap warga.
“Kami PT. WIN berupaya terus membantu masyarakat lingkar tambang dengan pendistribusian air bersih. Dan di wilayah operasional PT. WIN, aktivitas penambangan tidak mencemari laut, merusak bakau dan bahkan dikawasan jetty air laut pun jernih,” pungkas Nuriman.(DARMAN).











