Donggala

Tim Peneliti Dari Untad Bekerja Sama Dengan Balitbangda Kabupaten Donggala

83
×

Tim Peneliti Dari Untad Bekerja Sama Dengan Balitbangda Kabupaten Donggala

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Donggala – penelitian kami ini sebenarnya distimulasi oleh kendala yang kami dengar. bahwa tanaman salak khususnya di desa tamarenja itu memiliki umur dari keluar bunga hingga panen 6 bulan, kalau mau dilihat dari waktu cukup panjang. pertanyaannya,” apakah ada inovasi yang bisa memperpendek umur panen,” sebagai contoh umur panen 5 bulan bisa panen di umur 4 bulan ujar Tim Peneliti Prof Sakka. dan di dampingi oleh kepala Badan Balitbangda Kabupaten donggala Saifullah Lagaga. Kepa bidang Nona. Kepala Desa Tamarenja. dan Petani salak Tamarenja. Pada hari Selasa tanggal 19/11/2024. di ruang Aula dinas P2KB kabupaten donggala.

inilah penelitian kita. yang kita canangkan dengan badan penelitian dan pengembangan Kabupaten Donggala. dari situ,” ini yang bisa kita lakukan untuk membantu masyarakat kabupaten donggala, tapi sayang penelitian kita ini yang seharusnya 6 bulan atau 5 bulan. karena kegiatannya harus berakhir. kita akhiri walaupun demikian,” karena kita juga libatkan mahasiswa. supaya mahasiswa juga bisa menyelesaikan studi kata Prof Sakka.

jadi ada mahasiswa nanti yang hampir selesai dan nanti akan kita tanyakan ke mahasiswa itu,” pengaruhnya bagaimana. tapi secara singkat bisa kita katakan ada pengaruh,” karena kita sudah lihat data-data tadi. yang kita tampilkan bahwa ini memungkinkan bisa dia maju umur panennya,” cuma berapa lama itu belum bisa kita simpulkan.

Hal itu kira-kira yang menjadi perhatian kita dan kita harap juga ke depan OPD-OPD yang terkait bisa membantu para petani salak di desa tamarenja, jangan ditinggalkan mereka,” jadi kita harus memberikan inovasi kepada mereka. supaya tingkat pendapatan mereka itu bisa baik,”

sekarang ada pak kades Tamarenja dan tokoh masyarakat. yang mereka menyarankan kalau bisa OPD-OPD terkait bisa membantu,”

saya kira dengan langkah awal ini bisa membuat OPD-OPD melihat para petani salak khususnya di desa Tamarenja, karena di Sulawesi tengah ini yang dikenal salak Tamarenja,” tidak ada tempat lain. kalau ada mungkin cuma satu atau dua hektar dan hasilnya cuma 650 kilo itu sangat kecil,” tadi disampaikan data yang ada pada petani, bayangkan 4 sampai 5 ton keluar perhari,” kalau kita rata-ratakan 5 ton dalam satu tahun, ada 1800 ton yang tersedia,”

apalagi kalau kita masukkan atau berikan inovasi, tentu bisa sampai 3000 ton per tahun. maka tadi disampaikan perlu pemasaran dan di cari jalan keluarnya,” jangan nanti sudah 5000 ton per tahun tidak ada pemasaran, hal itu juga akan merugikan masyarakat,” mudah-mudahan kita sebagai pangan penyanggah IKN. itu salah satu jalan keluar. tapi kita tetap harus membuat mencari jalan-jalan keluar yang lain agar supaya masyarakat nanti pada saat panen raya itu tidak kebingungan dan pusing di mana harga akan turun. Katanya.

(Alir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *