Donggala

Debu Berdampak Hingga ke Pemukiman, Warga Loli Dondo Donggala Keluhkan Perusahaan galian C 

91
×

Debu Berdampak Hingga ke Pemukiman, Warga Loli Dondo Donggala Keluhkan Perusahaan galian C 

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Donggala – Berdampak dengan debu, pertama debunya ini dekat dengan jalan nasional dan juga kalau kencang angin sampai di pemukiman warga juga debunya. Ujar Wasman ketua BPD desa loli Dondo saat di ketemui di kediamannya pada hari Senin tanggal 10/2/2025.

Untuk masalah karyawan ada beberapa aturan, yang pertama masalah aturan kerja dan jam-jam kerjanya mereka yang diterapkan oleh pihak perusahaan, dari jam 07.00 pekerja harus sudah ada di lokasi tempat kerja, dan sudah mulai kerja jam 07.00 itu.

Jadi ini belum pernah ada perusahaan di di loli Dondo kecamatan banawa kabupaten donggala, ini yang terapkan aturan seperti ini. Ungkap ketua BPD desa loli Dondo.

Alasannya kalau masuk jam 7 tapi mulainya jam 8, tapi mereka kerja jam 7 itu 1 jam katanya lembur,” jam 7 sampai jam 8 itu lembur kemudian begitu juga pulangnya jam 5 sampai jam 6 sore mereka pulang, Jadi jam 5 sampai jam 6 juga lembur satu jam.

tapi saya rasa ini menyiksa pekerja juga, pertama kalau dia pulang jam 6 sementara orang di sini kalau jam 6 sholat magrib, sementara di ditenaga kerja itu ada undang-undang ketenagakerjaan, bahwa perusahaan itu tidak bisa melarang untuk pekerja untuk beribadah, jadi kalau jam-jam ibadah mereka harus berhenti dulu, dan juga cara merekrut karyawan juga harus melalui pemerintah desa,”

karena ada beberapa karyawan yang dari Cina, kita belum tahu latar belakangnya apa tenaga ahli atau tenaga apa dan berapa jangka waktunya mereka di sini. Kata Wasman.

itu yang kami perintahkan desa loli Dondo kecamatan banawa belum tahu,” jangka waktunya itu berapa lama warga cina yang berkerja di perusahaan galian C di desa loli Dondo.

Kami tidak tau ada empat atau berapa itu. Yang jelas kami bisa ketahui ulang lagi, kalau misalnya mau dicari tau pasti berapa orang warga dari cina yang kerja di perusahaan galian C tersebut.

walaupun mereka sudah WNI tapi statusnya harus di perjelas,” insyaallah dalam waktu dekat ini kami sosialisasi dengan pihak perusahaan, karena kemarin waktu kami diundang di Bappeda, dan dinas DLH,

kita juga mau menyurat dinas terkait dulu, baru mereka akan survei. nah tapi artinya waktu pertemuan itu kami sudah sampaikan masalah keluhan dampak-dampak perusahaan galian C ini. memang perusahaan ini ada sisi baiknya ada juga sisi buruknya. kan tidak semua juga warga desa loli Dondo bekerja di situ semua,”

tidak semua warga didownload di bisnis itu nanti banyak juga tenaga luar dipakai, makanya kemarin saya sampaikan ke pemerintah desa loli Dondo, kalau bisa ini tolong di data beberapa tenaga lokal yang sudah bekerja di perusahaan di setiap galian C yang berada di desa loli Dondo, Jadi kita tahu apakah bisa kita meminimalisir pengangguran yang ada di desa, sejauh sudah banyak perusahaan masuk, tapi pengangguran masih tetap banyak di desa loli,

Untuk perusahaan galian C, ada Lima yang aktif, banyak warga yang resah dibuat oleh setiap perusahaan, masalahnya perusahaan ini sering-sering harus siram air di perusahaannya, biar angin kencang debunya tidak berterbangan di rumah warga, jangan di badan jalan yang di siram, alasan perusahaan air itu untuk meminimalisir debu.

tapi Minggu kemarin ada saat hujan sangat deras, memang banyak matrial dan tanah dari perusahaan yang hanyut ke badan jalan nasional, dan kendaraan sempat macet total, di sekitar perusahaan itu memang sering banyak matrial dan tanah yang bertumpuk di badan jalan, semestinya pihak perusahaan harus cepat antisipasi itu, biar pengguna jalan saat melintas di desa loli Dondo tidak macet seperti Minggu kemarin. Pungkasnya.

(Alir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *