Topikterkini.com.Donggala – Muhammad Aksa, Duta Genre Putra Kabupaten Donggala tahun 2024, mengusung program kerja yang berangkat dari keprihatinan atas tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Donggala. Salah satu faktor utama penyebab pernikahan dini tersebut adalah seks pranikah di kalangan remaja.
“Berangkat dari hal itu, saya membentuk program yang saya beri nama Rencana (Remaja Berani Berencana). Melalui program ini saya mengedukasi remaja untuk mempersiapkan masa depan sejak dini dengan menekankan perencanaan pada empat aspek penting kehidupan,” ujar Aksa, Rabu (20/8/2025).
Empat aspek tersebut adalah pendidikan, kesehatan, keluarga, serta cita-cita atau pekerjaan. Menurutnya, jika remaja mampu merencanakan masa depan sejak dini, maka mereka bisa terhindar dari berbagai persoalan yang dapat merugikan masa depan mereka.
Aksa mencontohkan situasi di Kecamatan Dampelas, di mana angka pernikahan dini cukup tinggi akibat kehamilan di luar nikah. Hal inilah yang semakin menguatkan tekadnya untuk mendorong edukasi melalui program Rencana.
“Harapan saya, ke depan tidak ada lagi pernikahan dini di Kabupaten Donggala. Remaja harus bisa terus berkontribusi untuk daerah dan lingkungannya, menjadi remaja yang berencana dan berkualitas,” tegasnya.
Aksa bersama rekannya, Hanifa, menjadi utusan Kabupaten Donggala untuk mengikuti ajang Duta Genre tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, Wakil Bupati Taufik M. Burhan, mantan Kadis P2KB Dr. H. Lasamudia, Plt. Kadis P2KB Arif Panungkul, serta Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga Yesi Natalia Pangkey yang senantiasa memberi dukungan.
(Alir).











