Setiap kali Ramadhan berlalu, ada dua rasa dalam hati seorang mukmin : bahagia karena meraih Idul Fitri, dan sedih karena berpisah dengan bulan penuh rahmat.
Pertanyaan penting bagi kita bukan lagi “apa yang didapat di Ramadhan?”, tetapi: apa yang masih tersisa setelahnya?
Apakah iman, sabar, dan kedekatan dengan Al-Qur’an tetap terjaga?
Di sinilah pentingnya istiqamah—teguh di jalan Allah, konsisten dalam ketaatan, lahir dan batin. Para ulama berkata:
“Tanda diterimanya amal kebaikan adalah adanya kebaikan setelahnya.”
Syawal adalah bulan pembuktian. Apakah kita melanjutkan amal Ramadhan atau kembali lalai?
Beberapa langkah menjaga istiqamah :
1. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal
2. Menjaga shalat berjamaah di masjid
3. Istiqamah bersama Al-Qur’an (walau sedikit tapi rutin)
4. Menghidupkan shalat malam
5. Menjaga lisan dan akhlak
Allah berfirman (QS. Fussilat: 30):
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Rabb kami adalah Allah’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat turun kepada mereka (memberi ketenangan).”
Semoga kita termasuk hamba yang istiqamah, dan amal Ramadhan kita diterima Allah.











