Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR–Sebuah video yang memperlihatkan ulat hidup di dalam makanan siswa memicu perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur.
Kejadian ini di SMP Islam Al-Halim, Kampung Baru, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, pada Senin (6/4/2026).
Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat seekor ulat merayap di antara sayuran yang disajikan kepada siswa. Temuan ini memicu reaksi penolakan dari sejumlah siswa yang merasa jijik dan khawatir terhadap keamanan makanan yang dikonsumsi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan tersebut diproduksi dan didistribusikan oleh dapur SPPG YPIT Dhiaul Fikri yang berlokasi di Desa Pijot, Kecamatan Keruak. Insiden ini memunculkan dugaan adanya kelemahan dalam pengawasan serta standar higienitas dalam proses pengolahan makanan.
Pengamat menilai, keberadaan ulat dalam kondisi hidup mengindikasikan potensi kegagalan dalam penerapan standar keamanan pangan, khususnya dalam tahapan produksi dan distribusi. Hal ini dinilai bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan mencerminkan lemahnya sistem kontrol kualitas.
Sekretaris Forum Komunikasi dan Kajian Masyarakat NTB (FKKM NTB) mendesak adanya tindakan tegas dari pihak berwenang.
Ia meminta pengawas program serta Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan audit menyeluruh dan menjatuhkan sanksi jika ditemukan pelanggaran serius.
“Peristiwa ini menunjukkan indikasi kegagalan sistemik dalam pengelolaan dapur MBG. Perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk terhadap standar sanitasi dan pengelolaan limbah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kemungkinan ketidaksesuaian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dapat berdampak pada tingkat kebersihan dapur secara keseluruhan.
Sementara itu, pihak pengelola dapur SPPG YPIT Dhiaul Fikri menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Dalam keterangan tertulis, mereka menyatakan telah melakukan evaluasi internal dan menindaklanjuti temuan dengan menurunkan tim ke lokasi.
“Kami menjadikan ini sebagai perhatian serius untuk perbaikan kualitas pelayanan ke depan. Evaluasi telah dilakukan bersama tim di lapangan,” demikian pernyataan pengelola.(TT).











