BeritaDAERAHNTB

Ibarat Irigasi dan Air SPM Tersendat Perencanaan! Bidang Pengairan dan Cipta Karya Lotim Disorot, Kinerja Kadis PUPR Selama 4 Tahun Dipertanyakan

17
×

Ibarat Irigasi dan Air SPM Tersendat Perencanaan! Bidang Pengairan dan Cipta Karya Lotim Disorot, Kinerja Kadis PUPR Selama 4 Tahun Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Timur kembali menjadi sorotan. 

 

 

Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur, Eko Rahadi, menilai selama empat tahun kepemimpinan kepala dinas (kadis) PUPR saat ini belum menunjukkan hasil yang signifikan, khususnya pada dua bidang strategis: pengairan dan cipta karya.

 

Eko menyebutkan, hingga tahun 2026, progres pembangunan di kedua bidang tersebut belum terlihat nyata di tengah masyarakat. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti sistem irigasi yang masih dalam tahap perancangan dan belum memberikan manfaat langsung.

 

“Selama empat tahun menjabat, belum terlihat hasil yang bisa dirasakan masyarakat. Terutama di bidang pengairan dan cipta karya yang seharusnya menjadi prioritas,” ujar Eko dalam keterangannya, Senin (4/5).

 

Menurutnya, belum optimalnya kinerja di dua sektor tersebut menimbulkan pertanyaan publik terhadap kemampuan manajerial kepala dinas dalam mengendalikan program-program strategis di lingkup PUPR.

 

Selain itu, Eko juga menyinggung jejak kepemimpinan sebelumnya yang dinilai masih menyisakan persoalan, seperti polemik pengadaan chromebook dan buku pendidikan antikorupsi di sektor pendidikan Lombok Timur.

 

Ia menegaskan, sebagai pimpinan, kepala dinas memiliki peran sentral dalam mengarahkan dan memastikan seluruh program berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat.

 

“Pengendali utama ada pada kadis PUPR. Jika progres tidak terlihat, maka wajar publik mempertanyakan kepemimpinannya,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Lombok Timur belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan FRB.

 

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan program pembangunan, khususnya di bidang pengairan dan cipta karya, dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *